Halaman

    Social Items

Cerita sex Panas Memperkosa Adikku Yang Nakal,  Nama saya adalah Tohir, seorang anak smu doyan banget nge-seks dan jilatin memek seorang cewek, Aq punya adik cewek yang namanya Fina angelina. Aku dan adikku adalah anak orang kaya. Jika aku kelas 3 Smu, fina adikku saat ini duduk di kelas 3 smp mau lulus.


Fina di sekolahny termasuk gadis, cewek yang sangat populer karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya. Aq sebagai seorang kakaknya selalu membayangkan jika adikku yang manis dan cantik itu aku setubuhi sendiri. Pasti kontolku bakalan nut-nutan.


Singkat kata, adikku fina memang seorang gadis yang sangat cantik dan merupakan kebanggaan orang tuaku. Selain itu dia juga sangat pandai membawa diri di hadapan orang lain sehingga semua orang menyukainya. Namun di balik semua itu, sang “putri” ini sebetulnya tidaklah perfect. Kepribadiannya yang manis ternyata hanya topeng belaka. Di dunia ini, hanya aku, kakak laki-lakinya, yang tahu akan kepribadiannya yang sesungguhnya. Kedua orang tuaku yang sering keluar kota untuk berbisnis selalu menitipkan rumah dan adikku kepadaku. Tapi mereka tidak tahu kalau aku kesulitan untuk mengendalikan adikku yang bandelnya bukan main. Di hadapanku, dia selalu bersikap membangkang dan seenaknya. Bila aku berkata A, maka dia akan melakukan hal yang sebaliknya. Pokoknya aku sungguh kewalahan untuk menanganinya.

Suatu hari, semuanya berubah drastic. Hari itu adalah hari Sabtu yang tak akan terlupakan dalam hidupku. Pada akhir minggu itu, seperti biasanya kedua orang tuaku sedang berada di luar kota untuk urusan bisnis. Mereka akan kembali minggu depannya. Kebetulan, aku dan adikku juga sedang liburan panjang. Sebetulnya kami ingin ikut dengan orang tua kami keluar kota, tapi orang tuaku melarang kami ikut dengan alasan tak ingin kami mengganggu urusan bisnis mereka. Biarpun adikku kelihatan menurut, tapi aku tahu kalau dia sangat kesal di hatinya. Setelah mereka pergi, aku mencoba untuk menghiburnya dengan mengajaknya nonton DVD baru yang kubeli yaitu Harry Potter and the Order of Pheonix. Tapi kebaikanku dibalas dengan air tuba. Bukan saja dia tidak menerima kebaikanku, bahkan dia membanting pintu kamarnya di depan hidungku.


Inilah penghinaan terakhir yang bisa kuterima. Akupun menonton DVD sendirian di ruang tamu. Tapi pikiranku tidaklah focus ke film, melainkan bagaimana caranya membalas perbuatan adikku. Di rumah memang cuma ada kami berdua. Orang tua kami berpendapat bahwa kami tidak memerlukan pembantu dengan alasan untuk melatih tanggung jawab di keluarga kami. Selintas pikiran ngawur pun melintas di benakku. Aku bermaksud untuk menyelinap ke kamar adikku nanti malam dan memfoto tubuh telanjangnya waktu tidur dan menggunakannya untuk memaksa adikku agar menjadi adik yang penurut.

Malam itu, jam menunjukan pukul sebelas malam. Aku pun mengedap di depan pintu kamar adikku. Daun telingaku menempel di pintu untuk memastikan apa adikku sudah tertidur. Ternyata tidak ada suara TV ataupun radio di kamarnya. Memang biasanya adikku ini kalau hatinya sedang mengkal, akan segera pergi tidur lebih awal. Akupun menggunakan keahlianku sebagai mahasiswa jurusan teknik untuk membuka kunci pintu kamar adikku. Kebetulan aku memang mempunyai kit untuk itu yang kubeli waktu sedang tour ke luar negeri. Di tanganku aku mempunyai sebuah kamera digital.


Di kamar adikku, lampu masih terang karena dia memang tidak berani tidur dalam kegelapan. Akupun berjalan perlahan menuju tempat tidurnya. Ternyata malam itu dia tidur pulas terlentang dengan mengenakan daster putih. Tanganku bergerak perlahan dan gemetar menyingkap dasternya ke atas. Dia diam saja tidak bergerak dan napasnya masih halus dan teratur. Ternyata dia memakai celana dalam warna putih dan bergambar bunga mawar. Pahanya begitu mulus dan aku pun bisa melihat ada bulu-bulu halus menyembul keluar di sekitar daerah vaginanya yang tertutup celana dalamnya. Game Slot Online


Kemudian aku menggunakan gunting dan menggunting dasternya sehingga akhirnya bagian payudaranya terlihat. Di luar dugaanku, ternyata dia tidak mengenakan kutang. Payudaranya tidak begitu besar, mungkin ukuran A, tapi lekukannya sungguh indah dan menantang. Jakunku bergerak naik turun dan akupun menelan ludah melihat pemandangan paling indah dalam hidupku. Kemudian dengan gemetar dan hati-hati, aku pun membuka celana dalamnya. Adikku masih tertidur pulas.

Pemandangan indah segera terpampang di hadapanku. Sebuah hutan kecil yang tidak begitu lebat terhampar di depan mataku. Sangking terpesonanya, aku hanya bisa berdiri untuk sekian lamanya memandang dengan kamera di tanganku. Aku lupa akan maksud kedatanganku kemari. Sebuah pikiran setanpun melintas, kenapa aku harus puas hanya dengan memotret tubuh adikku. Apakah aku harus mensia-siakan kesempatan satu kali ini dalam hidupku? Apalagi aku masih perjaka ting-ting. Tapi kesadaran lain juga muncul di benakku, dia adalah adik kandungku., For God Sake. Kedua kekuatan kebajikan dan kejahatan berkecamuk di pikiranku.


Cerita Lainnya:   Cerita Sex Dewasa Kenikmatan di Kota Manado

Akhirnya, karena pikiranku tidak bisa memutuskan, maka aku membiarkan “adik laki-lakiku” di selangkangku memutuskan. Ternyata beliau sudah tegang siap perang. Manusia boleh berencana, tapi iblislah yang menentukan. Kemudian aku meletakan kamera di meja. Aku pun menggunakan kain daster yang sudah koyak untuk mengikat tangan adikku ke tempat tidur. Sengaja aku membiarkan kakinya bebas agar tidak menghalangi permainan setan yang akan segera kulakukan. Adikku masih juga tidak sadar kalau bahaya besar sudah mengancamnya. Aku pun segera membuka bajuku dan celanaku hingga telanjang bulat.


Kemudian aku menundukan mukaku ke daerah selangkangan adikku. Ternyata daerah itu sangat harum, kelihatan kalau adikku ini sangat menjaga kebersihan tubuhnya. Kemudian aku pun mulai menjilati daerah lipatan dan klitoris adikku. Adikku masih tertidur pulas, tapi setelah beberapa lama, napasnya sudah mulai memburu. Semakin lama, vagina adikku semakin basah dan merekah. Aku sudah tak tahan lagi dan mengarahkan moncong meriamku ke lubang kenikmatan terlarang itu. Kedua tanganku memegang pergelangan kaki adikku dan membukanya lebar-lebar. Agen Poker Terbaik


Ujung kepala penisku sudah menempel di bibir vagina adikku. Sejenak, aku ragu-ragu untuk melakukannya. Tapi aku segera menggelengkan kepalaku dan membuang jauh keraguanku. Dengan sebuah sentakan aku mendorong pantatku maju ke depan dan penisku menembus masuk vagina yang masih sangat rapat namun basah itu. Sebuah teriakan nyaring bergema di kamar,” Aaaggh, aduh….uuuhh, KAK ADI, APA YANG KAULAKUKAN??” Adikku terbangun dan menjerit melihatku berada di atas tubuhnya dan menindihnya. Muka adikku pucat pasi ketakutan dan menahan rasa sakit yang luar biasa. Matanya mulai berkaca-kaca. Sedangkan pinggulnya bergerak-gerak menahan rasa sakit. Tangannya berguncang mencoba melepaskan diri. Begitu juga kakinya mencoba melepaskan diri dari pegangannku. Namun semua upaya itu tidak berhasil. Aku tidak berani berlama-lama menatap matanya, khawatir kalau aku akan berubah pikiran. Aku mengalihkan pandangan mataku ke arah selangkangan. Ternyata vagina adikku mengeluarkan darah, darah keperawanan.


Aku tidak menghiraukan semua itu karena sebuah kenikmatan yang belum pernah kurasakan dalam hidupku menyerangku. Penisku yang bercokol di dalam vagina adikku merasakan rasa panas dan kontraksi otot vagina adikku. Rasanya seperti disedot oleh sebuah vakum cleaner. Aku pun segera menggerakan pinggulku dan memompa tubuh adikku. Adikku menangis dan menjerit:” Aduhh..aahh..uuhh..am..pun..ka k…lep..as..kan..pana ss…sakitt!!” “Kak..Adii..mengo..uuhh..yak.. aduh…tubuhku!!! ” Aku tidak tahan dengan rengekan adikku, karena itu aku segera menggunakan celana dalam adikku untuk menyumpal mulutnya sehingga yang terdengar hanya suara Ughh..Ahhh.


Setelah sekitar lima belas menit, adikku tidak meronta lagi hanya menangis dan mengeluh kesakitan. Darah masih berkucuran di sekitar vaginanya tapi tidak sederas tadi lagi. Aku sendiri memeramkan mata merasakan kenikmatan yang luar biasa. Aku semakin cepat menggerakan pinggulku karena aku merasa akan segera mencapai klimaksnya. Sesekali tanganku menampar pantat adikku agar dia menggoyangkan pinggulnya sambil berkata:’ Who is your Daddy?” Sebuah dilema muncul di pikiranku. Haruskah aku menembak di dalam rahim adikku atau di luar? Aku tahu kalau aku ingin melakukannya di dalam, tapi bagaimana bila adikku hamil? Ahh… biarlah itu urusan nanti, apalagi aku tahu di mana ibuku menyimpan pil KBnya. Tiga menit kemudian..crott..crottt..akupu n menembakan cairan hangat di dalam rahim adikku. Keringat membasahi kedua tubuh kami dan darah keperawanan adikku membasahi selangkangan kami dan sprei tempat tidur. Situs Slot Online Terpercaya


Aku membiarkan penisku di dalam vagina adikku selama beberapa menit. Kemudian setelah puas, aku mencabut keluar penisku dan tidur terlentang di samping adikku. Aku kemudian membebaskan tangan adikku dan membuka sumpalan mulutnya. Kedua tanganku bersiap untuk menerima amukan kemarahannya. Namun di luar dugaanku, dia tidak menyerangku. Adikku hanya diam membisu seribu bahasa dan masih menangis. Posisinya masih tidur dan hanya punggungnya yang mengadapku. Aku melihat tangannya menutup dadanya dan tangan lainnya menutup vaginanya. Dia masih menangis tersedu-sedu.


Cerita Lainnya:   Cerita Seks Nafsu Buta Membuat Kekilafan

Setelah semua kepuasanku tersalurkan, baru sekarang aku bingung apa yang harus kulakukan selanjutnya. Semua kejadian ini di luar rencanaku. Aku sekarang sangat ketakutan membayangkan bagaimana kalau orang tuaku tahu. Hidupku bisa berakhir di penjara. Kemudian pandangan mataku berhenti di kamera. Sebuah ide jenius muncul di pikiranku. Aku mengambil kameranya dan segera memfoto tubuh telanjang adikku. Adikku melihat perbuatanku dan bertanya: ”Kak Adi, Apa yang kau lakukan? Hentikan, masih belum cukupkah perbuatan setanmu malam ini? Hentikan…” Tangannya bergerak berusaha merebut kameraku. Namun aku sudah memperkirakan ini dan lebih sigap. Karena tenagaku lebih besar, aku berhasi menjauhkan kameranya dari jangkauannya. Aku mencabut keluar memori card dari kameranya dan berkata: “Kalau kamu tidak mau foto ini tersebar di website sekolahmu, kejadian malam ini harus dirahasiakan dari semua orang. Kamu juga harus menuruti perintah kakakmu ini mulai sekarang.”


Wajah adikku pucat pasi, dan air mata masih berlinang di pipinya. Kemudian dengan lemah dia mengganggukkan kepalanya. Sebuah perasaan ibaratnya telah memenangi piala dunia, bersemayam di dadaku. Aku tahu, kalau mulai malam itu aku telah menaklukan adikku yang bandel ini. Kemudian aku memerintahkan dia untuk membereskan ruangan kamarnya dan menyingkirkan sprei bernoda darah dan potongan dasternya yang koyak. Selain itu aku segera menyuruhnya meminum pil KB yang kudapat dari lemari obat ibuku. Terakhir aku menyuruhnya mandi membersihkan badan, tentu saja bersamaku. Aku menyuruhnya untuk menggunakan jari-jari lentiknya untuk membersihkan penisku dengan lembut. Agen Poker Online Terbaik


Malam itu, aku telah memenangkan pertempuran. Selama seminggu kepergian orang tuaku, aku selalu meniduri adikku di setiap kesempatan yang ada. Pada hari keempat, adikku sudah terbiasa dan tidak lagi menolakku biarpun dia masih kelihatan sedih dan tertekan setiap kali kita bercinta. Aku juga memerintahkannya untuk membersihkan rumah dan memasakan makanan kesukaanku. Aku juga memberi tugas baru untuk mulut mungil adikku dengan bibirnya yang merah merekah. Setiap malam selama seminggu ketika aku menonton TV, aku menyuruh adikku untuk memberi oral seks. Dan aku selalu menyemprotkan spermaku ke dalam mulutnya dan menyuruhnya untuk menelannya.


Ketika orang tuaku kembali minggu depannya, aku memerintahkan adikku untuk bersikap sewajarnya menyambut mereka. Ketika ibuku memeluk adikku, aku melihat wajah adikku yang seperti ingin melaporkan peristiwa yang terjadi selama seminggu ini. Aku pun bertindak cepat dan berkata pada ibuku: “Ibu, gimana perjalanan ibu? Tunjukan dong FOTOnya kepada kami berdua.” Ibuku tersenyum mendengar ini dan tidak mencurigai apa pun. Tapi adikku menjadi sedikit pucat dan tahu makna dari perkataanku. Dia pun tidak jadi berkata apa-apa.


Sejak itu, setiap kali ada kesempatan, aku selalu meniduri adikku. Tentu saja kami mempraktekan safe sex dengan kondom dan pil. Setelah dia lulus SMA, kami masih melakukannya, bahkan sekarang dia sudah menikmati permainan kami. Terkadang, dia sendiri yang datang memintanya. Ketika dia lulus SMA, aku yang sekarang sudah bekerja di sebuah bank bonafid dipindahkan ke Jakarta. Aku meminta orang tuaku untuk mengijinkan adikku kuliah di Jakarta. Tentu saja aku beralasan bahwa aku akan menjaganya agar adikku tidak terseret dalam pergaulan bebas. Orang tuaku setuju dan adikku juga pasrah. Sekarang kami berdua tinggal di Jakarta dan menikmati kebebasan kami. Hal yang berbeda hanyalah aku bisa melihat bahwa adikku telah berubah menjadi gadis yang lebih binal.

Cerita sex Panas Memperkosa Adikku Yang Nakal

Cerita Sex Panas Dewasa Jilat penisnya, Cinta Ditolak, Dukun Mesum Pena - Sore itu suasana PT. Suka Seks jadi kesepian. Manajer, Ir Basmir hanya duduk termenung di ruangannya.


Ya, dia jatuh cinta dengan seorang gadis. Gadis itu tak lain adalah Linda, bawahannya sendiri. Linda cantik dan seksi. Pada usia yang baru mencapai 28 tahun, tubuhnya sempurna dan menantang setiap pria yang menatapnya. Terutama payudara yang terlihat sangat indah mengasapi.


Linda sudah lama berada di kantor. Saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Pemasaran dan Distribusi yang membawahi 70 karyawan. Sering kali Basmir mengajak Linda makan malam, tapi selalu menolaknya. Berbagai alasan katanya.

Reach for it, atau alasan lain, mungkin dia sudah punya pacar. Inilah yang membuat Basmir berpikir keras sejak dulu. “Hmm .. bagaimana cara menggendongnya ..? Nah .. aku tahu sekarang .. aku akan bertemu orang itu malam ini ..” Tiba-tiba Basmir teringat seseorang yang mungkin satu-satunya harapan untuk mendapatkan Linda. Dengan senang hati, dia mengemudikan mobilnya ke hutan terpencil sekitar 15 kilometer dari rumahnya.


Rupanya, orang yang dipimpinnya adalah seorang tua yang tak lain adalah seorang pesulap kulit hitam. Namanya Mbah Za’in. Pria ini terkenal di seluruh kota sebagai penyihir yang sangat hebat. Apapun keinginan orang yang datang kepadanya harus dicapai. Itu tidak pernah gagal Orang yang datang kepadanya tinggal memberi upah, uang atau barang lainnya. Tak jarang mereka memberi wanita untuk ditiduri dukun. Tua-tua talas, semakin tua nafsu menjadi lebih.


Saat Basmir sampai di rumah tua, dia langsung mengetuk pintu. “Siapa disana?” Datanglah suara Mbah Za’in dari dalam. “Permisi, Mbah .. bisakah saya pergi ..?” Teriak Basmir. “Ya, tolong ..” kata Mbah Za’in sambil membuka pintu kayu yang sedikit reyotnya. Setelah diberitahu untuk masuk, Basmir duduk di ruang tengah rumah tua yang dipenuhi aroma kemenyan. Rambut di lehernya mulai naik. Game Slot Terbaik


Dia melihat seluruh isi ruangan. Ini adalah suasana yang menyeramkan. Ada tengkorak, kepala harimau, kain gantung hitam dan berdarah, dan kemudian sebuah pedal di depannya. “Apa yang perlu, Nak Basmir siang dan malam ..?” Tiba-tiba sang dukun bertanya. Basmir tentu saja tercengang. Dia tidak mengharapkan Mbah Zain mengetahui namanya.


Sangat kuat “Eh .. anu Mbah .., aku butuh pertolongan .. aku suka cewek .. Linda namanya, bawahan bawahanku sendiri di kantor .. tapi aku selalu ditolaknya saat aku mengajaknya makan malam .. Nah foto ini. “Basmir menjawab dengan geram, menarik keluar dari saku bajunya foto close-up seorang gadis panjang yang sangat cantik. “Oh begitu ..” kata Mbah Za’in sambil memegang foto dan kemudian membelai jenggot putihnya yang panjang. “Bisa .. bisa .. tapi berapa upah nanti kalau kamu berhasil mendapatkannya, heh ..?”


“Jangan khawatir, Mbah .. saya berikan Rp 100 juta untuk Mbah .. dan kalau saya bisa mendapatkannya malam ini juga, setengah saya beri cek sekarang .. bagaimana mbah ..?” “Baiklah ..” jawab sang dukun, “Jika begitu buka bajumu .. kamu hanya memakai celana dalam saja, lalu duduk dengan posisi bersila di hadapanku ..” Basmir juga mematuhi semua perintah dukun. Setelah itu, Mbah Za’in kemudian membaca beberapa mantra dan menabur dupa di atas dupa di depannya.


Tak lama kemudian, terjadilah petir yang dahsyat dan lampu kamar tiba-tiba padam dan bangkit kembali. Basmir kemudian memejamkan mata. Pada saat itu, semangat jiwa Basmir sepertinya telah luput dari tubuhnya dan seakan melayang keluar rumah. Semangat setengah telanjang jiwa Basmir pindah ke rumah Linda, sekitar 18 kilometer jauhnya. Di rumahnya, Linda sedang mencoba untuk tidur. Ia mengenakan baju putih yang sangat transparan. Di belakangnya, dia tidak mengenakan apapun.


Payudara 38-gaugenya terlihat jelas, bersamaan dengan rambut kemaluannya yang hitam. Setiap malam, dia selalu tidur seperti itu. Ia merasa panas karena panasnya udara yang terus menaungi kamarnya. Tiba-tiba saat ia ingin tertidur, tiupan angin yang menusuk panggilan tubuh. Dia bangun. Jendela kamarnya tiba-tiba terbuka dan angin masuk. Dan sesungguhnya angin aneh adalah beban semangat Basmir yang mengirim dukun.


Semangat jiwa Basmir bisa melihat posisi tubuh Linda tapi Linda tidak melihat apa-apa. Dia hanya merasakan angin yang aneh. Tiba-tiba ada dua tangan padat yang merobek baju Linda. Linda yang terkejut itu ketakutan sampai mati. Dia mencoba melawannya. Tapi dia kalah cepat. Pencicip itu pertama kali robek. Dia sekarang telanjang. Dan semangat jiwa Basmir dengan sengaja mendorong tubuhnya ke punggungnya ke tempat tidur. Dengan cepat semangat Basmir mencium bibir, wajah, leher, dan payudara besar Linda.


Linda mencoba bertarung. Tapi dia bingung, karena dia merasakan ciuman tapi sosok yang menciumnya tidak terlihat. Beberapa menit kemudian, karena putus asa, dia menyerah. Semangat Basmir lalu membuka celana dalamnya. Kemudian penisnya yang membesar diarahkan ke mulut Linda. Karena rasanya terangsang oleh ciumannya, Linda mulai mengisap tegak penis besar yang tidak terlihat namun merasakan wujudnya. Dia mengisap, mengisap, dan menjilat penisnya.


Jika ada yang melihat Linda pada saat itu, dia akan mengira Linda pantomim dengan menunjukkan gerakan seks oral. Tapi Linda memang merasa ada penis besar tegak yang tersedot dan menjilat-jilatnya. Tanpa membuang waktu lagi, semangat jiwa Basmir segera membuka kedua kaki Linda. Tampak sekarang liang kewanitaannya yang basah karena berat terangsang. Semangat Basmir segera mengarahkan penisnya ke alat kelamin Linda.


Dengan satu dorongan, “Bless .. jeb .. bless ..” masukkan penis besar tegak ke lubang persetubuhan Linda. Linda tampak memikat senjata aneh yang masuk dan keluar dari kekosongan magisnya. Darah segar mengalir keluar dari vaginanya. Darah perawan, karena memang Linda belum pernah berhubungan dengan pria manapun. Merasa nyaman, Linda menyeimbangkannya dengan menggerakkan tubuhnya ke atas, ke bawah dan di sekitar. Slot Judi Online Terpercaya


Lalu semangat jiwa Basmir mengangkat tubuh Linda dan menyuruhnya menunggu. Dia kemudian menusukkan penisnya dari belakang. Dan penis itu masuk tanpa hambatan lagi. Linda terlihat menikmati tusukan penis. Dan sejam kemudian, semangat jiwa Basmir akan mencapai puncak orgasme dan dia menumpahkan semangatnya ke seluruh tubuh Linda, yang telah terbaring tak berdaya.


Setelah puas, roh itu seakan terbang kembali ke tempat asalnya. Linda kemudian terbangun, menjadi bingung dan bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi. Tapi kemudian dia menyadari bahwa makhluk tak berbentuk telah mencorengnya dan dia tidak tahu siapa makhluk itu. Dia kemudian menangis. Beras telah menjadi bubur.


Ya, keperawanannya telah hilang. Saya tidak tahu apa yang akan dia katakan kepada Robert, pacarnya saat mereka akhirnya menikah suatu hari nanti. Sementara di rumah dukun, Basmir berpakaian lengkap kembali, tersenyum puas. “Terimakasih Mbah .. cek ini seharga 50 juta yang telah saya janjikan .. saya akan memberikan sisanya jika Mbah mampu membuat Linda jadi tergila-gila dengan saya ..” katanya dengan senyum licik di wajahnya.


“Oh .. itu mudah .. hanya menelan telur ikan empedu rusa Kalamujeng ini .. dijamin besok cewek mana saja yang akan kamu nikmati lagi kesintalan tubuhnya ..” jawab sang dukun sambil mengambil benda hijau kecil dari sakunya yang compang-camping. jubah. Tanpa pikir panjang, Basmir menelan telurnya. Keesokan harinya, apa yang dikatakan Mbah Za’in benar-benar terjadi.


Saat suasana kantor pagi hari tidak terlalu ramai, pintu kantor Basmir mengetuk seseorang. Ketika Basmir bertanya siapa yang mengetuk, sebuah suara lembut berkata, “Saya minta maaf, saya ingin berbicara dengan Anda sebentar.” Mendengar suara itu, hati Basmir sangat banyak. Ya, itu suara Linda. Inilah kesempatan yang dia tunggu-tunggu.


Dia buru-buru membuka pintu, dan ternyata benar. Linda terlihat cantik berdiri di sana mengenakan rok mini. Senyum girlish muncul di wajahnya. Tanpa membuang waktu lagi, Basmir menarik tangan Linda. Dia kemudian membawanya ke sofa besar di sudut kantornya. Dengan cepat dia mencium bibir Linda dan Linda menanggapi dengan antusias. Tangan Basmir segera membelai tubuhnya yang halus. Hal pertama yang harus dilakukan tentu saja adalah payudara besar.


Dia membuka kancing kemeja Linda, lalu membuka BH-nya, dan segera payudaranya diremas tanpa ampun. Linda tentu menggelinjang hebat. Kemudian dia dengan inisiatif sendiri membuka semua bajunya. Melihat hal itu, Basmir tak mau kalah. Penisnya tegang seolah siap bertarung. Tanpa ditanya lagi, ketika keduanya benar-benar telanjang, Linda berjongkok dan menarik penisnya untuk menghela napas, mengisap dan menjilatnya sambil membelai kantong Basmir.


Basmir merasakan kegembiraan dari surga yang tak tertandingi. Kepala penisnya menjilat penuh nafsu oleh Linda. Setelah penis benar-benar tegak, giliran Basmir untuk mencoba membuat Linda terangsang. Dia mencium rambut kemaluan Linda, lalu lidahnya sengaja masuk ke vagina Linda saat dia mencoba menarik diri dari klitorisnya.


“Uh .. uh .. uh .. uh .. oh my pleasure .. Lanjutkan Bas .. lanjutkan ..” kata Linda dengan tangannya memegang kepala Basmir yang sekarang sedang gerilya di pangkal pahanya. “Masuk sekarang aja, Bas .. tolong, sayangku ..” Mendengar itu, Basmir segera mengajak Linda main di meja kantornya yang besar. Basmir terbaring di sana dan Linda langsung berdiri di pahanya.


Posisi mereka bertatap muka. Dengan kelembutan yang besar, Linda membawa penis Basmir yang tegak dan besar ke tempat dungeon kesenangannya. Dan dia dengan sengaja merendahkan pantatnya Dan, “Bless .. bless .. jeb .. plouh ..” penis tak ayal setengah jalan ke dalam lubang kemaluan Linda. Saat Linda terus turun di pahanya, Basmir segera duduk di kursinya untuk meraih payudara Linda dan menciumnya dan mengisapnya seperti bayi yang diberi makan oleh ibunya.


Setengah jam berlalu, namun permainan berkilau mereka tetap tidak menunjukkan tanda akhir. Lalu Basmir turun dari meja, lalu menyuruh Linda memegang tangannya di tepi meja. Penisnya, yang sekarang telah basah dengan keputihan Linda, dialihkan ke rongga Linda.


Dengan satu langkah, penis masuk. “Bless .. bless .. clop .. plakat .. plak ..” terdengar suara daging paha yang kedua digosok keras. Tiba-tiba, mata Basmir terbelalak, berarti dia akan ejakulasi. “Di dalam atau di luar, Lin ..?” Dia bertanya di tengah puncak gairahnya. “Di aja deh .. biar enak, bas ..” jawab Linda longgar. Dan benar saja, “Crot .. crot .. crot .. crot ..” sebanyak sembilan kali semprotan, seminalis Basmir keluar di liang milik Linda. Sisa air mani yang ada di kepala penis Basmir, lalu dibersihkan oleh Linda dengan lidah dan mulutnya. Sebenarnya beberapa dari mereka ditelan olehnya.


Keduanya lalu saling tersenyum puas. Sejak saat itu, Basmir dan Linda telah menjadi sepasang kekasih. Dimanapun mereka memiliki kesempatan, mereka selalu berhubungan seks. Sampai saat itu, Linda tidak pernah tahu bahwa Basmir adalah orang pertama yang menikahi dia melalui jiwanya. Ini sihir hitam yang hebat dari Mbah Za’in ..!

Cerita Sex Panas Dewasa Jilat penisnya, Cinta Ditolak, Dukun Mesum Pena

Cerita Sex Panas Dewasa Saat Berpesta Seks Di Rumah, Saya ingin memperkenalkan diri kepada pembaca rumah seks tentang pengalaman saya. Namaku Nadia. Saya seorang gadis Cina dengan kulit kuning. Tubuh saya tidak lebih tinggi dari 155 cm dan berat 45 cm. Payudara berukuran sedang, sekitar 34B. Saya sekarang berusia 22 tahun dan tinggal di pinggiran kota Jakarta.


Aku sebenarnya bukan wanita yang menggoda. Tetapi saya sering mendengar dari teman-teman kuliah saya bahwa saya adalah seorang gadis yang terlihat menarik, dan sering membuat anak laki-laki memanjat ke atas dan ke bawah jakun. Selain itu, saya suka memakai kaos longgar, jadi jika saya melihat ke bawah, saya sering melihat bahu saya dibungkus dengan bra hitam favorit saya.


Di rumah saya, setiap kali saya mandi, saya selalu membungkus tubuh saya dengan jubah biru muda yang terbuat dari handuk. Seringkali karena air dingin dikeringkan, putingnya dicetak di belakang kimono. Kamar mandi saya terletak di ruang tamu, dan sering ketika saya mandi, pacar saya datang dengan tas saya. Meskipun saya tidak pernah memikirkannya, saya sering melihat burung menelan pacar saya ketika saya melihat bahwa saya baru saja merampas terbungkus kimono.

Cerita Sex Panas Dewasa Saat Berpesta Seks Di Rumah

Ayah saya adalah distributor pekerja migran yang akan berangkat ke luar negeri. Pekerja migran sering memiliki laki-laki dan perempuan di rumah sebelum mengirim mereka ke luar negeri. Minggu lalu, Baba baru saja pulang ke rumah tiga pria dari TKI yang berusia sekitar 20 tahun dan dikenal sebagai Maman, Yadi dan Mulyo. Ketiganya adalah warga desa yang kuat dengan kulit gelap. Mereka menunggu untuk berangkat ke Malaysia.


Pagi itu Senin, saya sendirian di rumah dengan 3 calon pekerja migran. Ibu akan pergi ke Jakarta dengan ayahku ada kebutuhan mendadak. Sementara dia gelisah dengan pacarnya di suatu tempat.


Saya pernah menjadi aerobik di rumah, dan kemudian ingin mandi. Seperti biasa, saya hanya mengambil kimono biru ke kamar mandi. Beberapa saat kemudian saya selesai mandi, lalu menarik tubuh telanjang saya dengan kimono tanpa ada sesuatu di belakangnya.


Lalu saya berjalan ke halaman belakang untuk menggantung baju baru saya. Saya melihat para pekerja migran menikmati sarapan. Mereka menyambut saya dengan lembut.


Saya melihat mereka menatap saya ketika saya menekan bra hitam dan celana kuning seksi saya. Bahkan, saya merasa tidak nyaman juga, saya mengerti, tetapi saya pikir itu adalah tanggung jawab, saya akan berada di ruangan untuk sementara waktu. Jadi saya kemudian mengeringkan celana saya. Ketika saya berjinjit untuk menaruh celana dalam di jemuran, saya tidak merasa bahwa kimono telah ditarik sedikit, meskipun hanya satu kimono. Jadi, tidak lebih, rambut dari bulu vagina terbuka tampaknya sedikit mencolok bagi mereka.


Tapi saya tidak menyadarinya, lalu berbalik dan memasuki ruangan. Kamar saya memiliki jendela besar ke halaman belakang. Saya ingat ada pekerja di sana, kemudian tirai ditutup, tetapi tampaknya itu tidak disegel dan masih terlihat dari halaman belakang.


Saya melepaskan kimono dan mulai meluncur ke tubuh telanjang saya. Saya tidak menyadari bahwa ada 3 pasang mata cerah yang menatap tubuh saya yang telanjang. Beberapa saat kemudian saya menyadari ketika saya melihat bayangan di cermin. Jadi aku berteriak dan menutup payudaraku dan orang tuamu segera.


Ketiga pekerja migran itu langsung masuk ke kamar saya, yang tidak pernah saya tutup. Saya terkejut melihat tiga dari mereka memasuki kamar saya.


“Bukan, kami telah melihat tubuh ini mulus.” Kata Mulyo tersenyum dan sebaiknya tidak harus bertarung karena di sini tidak ada orang lain. Saya masih berusaha keras dan meminta mereka untuk keluar.


Tapi Maman dan Yadi segera datang dan meraih tanganku. Lalu dia membanting mereka ke tempat tidur. Kemudian saya berpikir bahwa alih-alih melawan saya, akan lebih baik jika saya hanya pergi dan tidak bertarung. Situs Slot Online Terbaik


“Sabar, jangan terlalu kasar … Aku tidak pernah gituan .. perlahan pelan” mengingatkanku.


Kemudian mereka tidak kembali dengan kasar, dan memanggil saya. Saya segera memeluk Maman dan menerima bibir saya dengan kasar. Pada awalnya saya mencoba untuk menolak bau mulut, tetapi ketika Yadi mulai menjilati payudara saya, dan mulai membelai Mulyo bibir vagina baku dengan tangannya, dan mulai kipas dan mulai membuka mulutku untuk membalas invasi bibir Maman, yang sibuk tangan meremasi pantat di sekitar.


Tangan saya mulai merasakan pakaian mereka. Yadi berinisiatif untuk membuka celananya dan mendorong kemaluannya cukup banyak di tanganku. Saya sedikit terkejut melihat seorang pria seperti kontol. Saya sudah sering melihat kontol dari pacar saya tapi semua ini tidak bagus. Selain itu, Maman dan Mulyo mengikuti Nude. Ternyata penyebab mereka terlalu besar


Aku takut, tapi dengan mulus, Mulyo meraih tanganku dan meletakkannya di penisnya. Saya juga perlahan mulai mengelus penisnya. Mamman terus memakan payudaraku yang penuh.


Aku sudah mulai bersemangat, mulai bergantian menjilati poros dan tangan Mulyo secara bergantian, sementara Maman sekarang mulai menjilati klitoris.


Tiba-tiba saya merasakan sakit dan akhirnya keluar banyak cairan dari vagina. Ketiga anak laki-laki itu segera bergegas ke vagina menjilat sampai aku marah.


Kemudian Yadi menempatkan saya di tempat tidur. Saya merasa bahwa ini adalah waktu ketika saya akan kehilangan keperawanan saya. Ketika Yadi meletakkan kepala penisnya yang besar di bibir vaginanya, dia mencoba menahannya. Namun di balik desakan Mulyo Yadi begitu ayam itu langsung ambruk di pukaku. Saya menangis kesakitan.


Tapi Mulio segera mengambil inisiatif untuk menjilati payudaranya sehingga aku kesal. Yade perlahan mulai mengeluarkan penis Anda sampai ia merasakan kegembiraan luar biasa di dalam lubang vagina. Rasakan seperti bertemu dengan lubang saya yang meledak.


Tiba-tiba ketika dia memelukku, tanganku menggelinding ke arahku. Mulutnya langsung bergegas ke puting yang menggantung dengan bebas. Saya tidak punya waktu untuk tiba-tiba berpikir di belakang Mulyo menjulurkan ayam besar di lubang dubur. Aku menjerit kesakitan, dan mulutku langsung pecah dengan krim maman, jadi hampir menetes.


Sekarang di bagian muka bawah, tiga lubang dimasukkan ke dalam kontol yang berbeda. Tapi saya merasakan perasaan yang luar biasa. Seluruh tubuhku tampak rusak. Saya telah mengalami orgasme selama 3 kali.

Akhirnya saya merasa ingin mengalami orgasme lagi, dan selain orgasme saya, saya merasa tangan saya menyemprotkan banyak sperma ke dalam unta saya. Lalu dia jatuh ke pelukan Yadi. Game Slot Online


Lalu Mulio segera menarikku untuk duduk di pangkuannya sementara dia masih terjebak di lubang dubur. Dari belakang aku membuang-buang dadaku yang gemetar. Maman, yang tidak pernah mencapai puncak, segera membusukkannya ke dalam vagina yang kosong.


Saya merasa sangat lelah, jadi akhirnya saya merasa ingin keluar lagi. Tak lama saya tidak bisa benar-benar berdiri lagi, dan akhirnya saya menyemprot ekstasi kelima saya. Segera Maman mengikuti setelah menyemprotkan air mani ke dalam vagina saya.


Moliu rupanya yang terkuat di antara mereka. Dia belum keluar, jadi dia mendorong saya dan kemudian menggerakkan penisnya ke vagina. Dia menipu saya dari belakang, tangannya menekan payudaraku.


Setelah 15 menit akhirnya mencapai klimaksnya dan juga mencapai orgasme lagi. Kami berempat akhirnya lemas di tempat tidur.


Saya melihat jam, ternyata kita memiliki hampir dua jam seks. Kemudian saya mengundang mereka untuk mandi bersama karena saya khawatir ibu saya akan segera pulang. Lalu kami berempat mandi. Di kamar mandi, ketiga pria itu selalu berebut menyentuh tubuh lembutku.


Itu benar-benar pengalaman yang tak terlupakan bagi saya dan saya mulai memahami kesenangan seks sejak itu. Lain kali saya akan berbagi pengalaman saya dengan Gary.

Cerita Sex Panas Dewasa Saat Berpesta Seks Di Rumah

Cerita Sex Panas Bercinta dengan Dosen Kampusku, Katakanlah nama saya Farrell, dan saya adalah mahasiswa akhir tahun di sebuah universitas di Surabaya. Di kampus saya memiliki dosen yang baik dan bagus. Namanya Ny. Vera. Sedangkan untuk Ms. Vera, ada sesuatu yang membuat hidup saya lebih indah dan menyenangkan selama hampir tiga bulan.


Saya mulai pada siang hari ketika saya berada di misi terakhir. Sebelum memasuki tesis, siswa harus mengambil tugas akhir merancang. Ms. Vera adalah pilot misi. Bimbingan itu hanya berlangsung sebentar, karena Ms. Vera memiliki tugas lain di luar kampus pada saat itu. Setelah selesai, Nyonya Vera mengatakan kepada saya untuk datang ke rumahnya di sore hari untuk melanjutkan bimbingan. Malam itu saya datang.



Rumahnya di tenang kompleks perumahan dan tenang tembakan Ibu Vera dari suaminya yang berusia sekitar 27 tahun, dengan anak masih di TK, meskipun itu pada usia 27 tahun, tapi Ms. Viramasah tampak seolah-olah mereka jauh dari ABG itu kulitnya putih dan bersih Dan segar. Tubuhnya kecil, tapi tidak terlalu tinggi. Kaki dan lengan tumbuh dengan rambut halus, tetapi sangat tebal, yang kontras dengan kulit putih. Dia sedang berlibur di taman kanak-kanak dan anaknya berlibur di rumah sepupunya di usia yang sama.


Mrs. Vera dan aku sebenarnya akrab. Dia adalah seorang pengacara untuk pesta dan beberapa kali saya datang ke rumahnya, jadi saya tidak merasa malu lagi. Terutama dalam banyak hal, selera kita sama, misalnya tentang selera musik. Mrs Vera meminta saya untuk membantu “Rail, slot lemari di kamarku rusak, bisakah tolong bantu memperbaikinya?” , Dia mengatakan malam itu.


Kemudian saya dibawa ke lantai dua, ke kamarnya. Kamarnya harum. Pengaturan interiornya bagus. Saya pikir itu normal, dari awal saya tahu dia punya selera. Hal baik yang membuat kita akrab juga, dan sering kita juga berbicara tentang pertanyaan seperti itu, selain pertanyaan tentang kampus tersenyum ketika saya melihat beberapa isi lemari pakaiannya, pakaian dalam didominasi oleh hitam. Saya juga suka warna-warna seperti itu. Saya sering merekomendasikan warna-warna ini pada Darren untuk dikenakan, karena pakaian seperti itu membuat saya lebih emosional.


Ms Vera hanya tersenyum melihat saya “terkesan” menyaksikan setumpuk pakaian dalam. Saya serius memperbaiki kabinet slot pintu yang rusak. Dia keluar, meninggalkanku sendirian di kamarnya. Sesaat kemudian pekerjaan saya selesai.  Pada saat itu, Mrs. Vera masuk. Tiba-tiba, tanpa diduga, saya mengusap lembut di dahi saya dengan lembut. Pendingin udara dimatikan di ruangan, sehingga udara terasa hangat “Biarkan AC mati,” katanya sambil menjalankan AC.


Ketika shock tidak hilang, dia menyeka keringat di dahiku. Kali ini dengan lembut wajah lebih dekat ke wajahku. Segera aku menangkap bau tubuhnya untuk membuat jantungku berdetak secara alami.


Sampai saat itu dia terus membuat jantungku berdetak lebih cepat dengan membawa bibirnya ke bibirku. Beberapa saat kemudian saya menyadari bibirnya dengan lembut menghancurkan bibir saya. Tangannya melayang di leherku dan bau yang lebih dalam dari tubuhnya menghirup dirinya sendiri. Perasaan yang bagus dia terus menghancurkan bibirku. Lalu perlahan-lahan membuka tangannya satu tombol pada satu waktu, baju saya mulai menguasai saya. Lalu perlahan membuka tombol blouse. Setelah bajuku dilepaskan, dia menarik Ginzi lagi. Lalu dia membuka bibirnya dari bibirnya dan membuka matanya.


Pada saat itu saya terbelalak dalam kecantikan yang berada di tengah matanya yang sederhana, tapi dia cantik dan tampak ketat dibungkus bra hitam dengan potongan pendek yang longgar yang membuat unsur-unsur indah terlihat lebih indah. Payudaranya tampak seperti “gantungan dinding” yang disebut penyusup untuk menyerang dengan mengidam. Melihat ke bawah, saya semakin terkesan, dan hati saya juga berdetak lebih cepat. Slot Online Terbaik


Di belakang celana pendek dengan potongan pendeknya, yang juga berenda hitam yang indah, melekat pada bukit Venus yang menakjubkan. Di tepi renda celana panjang, ada rambut bengkak indah yang melengkapi keindahan yang ada.


Aku melihat Mrs. Vera tersenyum saat dia menatap ke arah tegang di balik celana dalamku. Dia dengan lembut memegang tangannya di lonjakan itu. Sensasi yang mengikuti aliran darah saya, kemudian menggerakkan tangan saya ke stroke di bukit Venus.


Lalu dia melanjutkan tindakannya untuk melembutkan bibirku dengan lembut. Bibir lembut dan napasnya kembali padaku dengan perasaan asam. Rupanya pasien tidak tergesa-gesa dengan hasrat seksualnya untuk mencapai puncak kenikmatan.


Lalu dia membuka bibirnya dari bibirku dan mengikuti leherku dengan bibirnya. Napasnya meniup kulit leherku jadi aku merasa geli tapi enak. Terkadang leher saya mencubit tetapi sepertinya dia tidak ingin meninggalkan bekas. Dia tahu saya punya teman. Bertemu di toko buku


Kemudian turun ke dada saya dan bermain dengan mulut puting saya, membuat aliran aliran darah dengan hiburan dan menyenangkan, tapi lebih tergelincir diam sejenak menatap cache bagasi belakang celana saya, yang juga hitam.


Sesaat dia memanipulasinya dari luar. Lalu dengan lembut tarik keluar celana saya. Dia tersenyum sambil memperhatikan kemaluanku yang lurus dan sempit, seperti suar yang siap membimbing penerbangan naluri perempuan libido-nya.


Lalu dengan lembut dan kemudian menghisap penis saya dan kemudian aliran hangat yang dimulai dari permukaan saraf phallic perlahan-lahan di sepanjang aliran darah ke otak yang aku merasa aku telah melakukan perjalanan ke awan pada ketinggian beragam Ibu Vera terus bermain dengan ayam karet tinggi dengan kelembutan yang Tarna di udara.


Cara saya bermain sangat berbeda dari Darrenswick. Darren melakukannya dengan keras dan panas, sementara Mrs. Vera sangat baik seolah-olah dia tidak ingin melewatkan semua kegelisahan di dalamnya. Ny. Vera sudah melakukan ini sejak lama.


Ketika saya berada di perjalanan saya di udara saya cukup merasa, aku menarik penisku dari mulutnya lengan lembut berubah saya ingin membuatnya terbang di udara, jadi saya membuka bra yang menutupi payudara yang indah setiap kali lebih terkejut dengan keindahan yang ada di depan mata saya.


Saya berdiri di depan sebuah bukit indah indah yang indah dan menarik. Di sekitar puncak bukit, di sekitar puting puting merah, rambutnya tumbuh lembut. Selain keindahan payudara. Tapi saya tidak mulai dari sana. Dia keluar dari bibirnya yang indah.


Saya mulai dari leher dan lehernya halus dan halus dan kulit kepala dan kulit harum, diikuti dengan bibir saya yang hangat. Sambil menangis. Terutama ketika saya tidak membiarkan tangan saya pergi. Matang di ujung payudaranya saya merasa putingnya menjadi lebih panjang dan menjadi lebih erat. Setelah lehernya stabil, dia jatuh di dadanya. Saya langsung melihat puting susu putih yang menonjol. Dia menangis dengan lembut. Tapi saya tidak berhenti berteriak.


Saya menggunakan puting dengan lembut. Ya, dengan hasrat seksual yang lembut karena saya yakin gayanya adalah apa yang diinginkan oleh orang-orang seperti yang diinginkan Ms. Vera. Mulutku seperti lebah yang menghisap dan kemudian terbang ke payudara yang lain. Tapi saya tidak meninggalkan payudara yang tidak saya nikmati dengan mulut saya. Dengan melakukan ini saya melakukannya dari mengubah payudara ke yang lain Setelah puas, saya menuruni bukit dan mengikuti setiap inci kulitnya yang beraroma. Dan ketika bau bau yang khas dari barang-barang pribadi seorang wanita turun. Bau vaginanya meningkatkan gairah naluri seksual di otak saya.


Tampaknya cara Mrs. Vera membuat saya melayang pada diri sendiri untuk mempengaruhi ketenangan dan kesabaran saya dan perlahan-lahan juga membuatnya mencapai udara. Kemudian dari luar celana dalamnya, aku menikmati lereng bukit dan danau yang ada dengan lidah saya dan bibir saya dan kadang-kadang berada jari-jari saya penuh khas aroma afrodisiak yang berasal dari sumur yang terletak di sana setelah saya sangat puas, saya menarik pakaian dalam perlahan-lahan, tenggelam dalam apa yang saya lihat, sebuah bukit indah venus yang ditumbuhi rambut tebal. Namun terkesan bahwa apa yang disiapkan itu baik.


Meskipun kerapatannya, rambut di mana dia tumbuh tidak kacau tapi dia membungkuk indah dari Venus Hill meskipun saya membayangkan apa yang tumbuh di sana, tapi saya tidak berpikir bahwa kecantikannya seindah itu.


Ya, saya dan teman saya banyak bercanda seperti ini ketika saya melihat Ny. Vera jika rambut di tempat terbuka yang subur, terutama rambut di tempat tersembunyi dan ternyata saya bisa membuktikan humor dan menunjukkan bahwa rambut di tempat itu indah.


Jadi saya, yang awalnya mengira bahwa rambut yang menghiasi vagina Daren luar biasa karena rambutnya subur dan indah, dan kemudian sebelum fakta bahwa ada sesuatu yang lebih indah, adalah Ny. Vera. By the way itu seperti taman yang digantung dengan baik.


Seketika itu pikiran berkelip di benak saya, betapa indahnya hilang di hutan yang mencurigakan dan indah. Jadi segera tenggelam ke tempat itu, di hutan. Lidah saya berjalan melewati taman yang indah dan kemudian melanjutkan di bawah sumur. Kemudian Nyonya Vera membiarkan teriakan kecil ketika lidah saya tertancap di dalam lubang.


Di dalam lubang vagina, bau vagina eksotis meningkat dari lubang keinginan untuk hasrat seksual. Lalu jeritan kecil itu diikuti oleh tangisan yang terus menerus dan suara gerakan yang pecah dan hangat seperti cacing. Saya pikir itu benar-benar panik keinginan seksual menyala.


Saya menikmati jeritan hasrat seksual ketika sensasi lain membuat saya lebih menarik juga mengeringkan kegembiraan di dalam vagina. Itu adalah lendir hangat khas yang keluar dari dinding vagina sangat hangat di lidah saya kadang-kadang juga terjebak lidahku di tonjolan kecil di atas lubang vagina klitorisnya bahkan lebih ramah Ms. Vera erangan keinginan yang mengikuti gerakan lambat sehingga saya telah melakukannya untuk waktu yang lama.


Kemudian dia mencoba beberapa titik untuk membebaskan vaginanya dari menyerang mulut saya. Dia menarik keluar kursi kecil untuk memakai pakaian dan menjadi irisan kakinya untuk melompat. Saya memintanya untuk duduk di kursi. Segera setelah saya duduk, saya menyadari lagi penis saya dengan lembut dengan mulutnya. Tahan Dicky yang tidak sabar mencari pasangannya.


Bu Vera memimpin daging kenyal yang naik kaku dan keras di vaginanya dan duduk di pangkuanku. Jadi ketika seekor ayam jantan jatuh ke dalam vaginanya, ada teriakan kecil yang membedakan kesenangan yang dia dapatkan. Saya juga merasakan kehangatan mengalir dari penis saya dan mengalir ke setiap aliran darah. Dia memegangi bahunya dan menggerakkan tenggorokannya yang indah dengan gerakan seperti hantu. Naik dan turun perlahan dan paksakan suara gesekan pada permukaan penis dengan selaput vagina menghasilkan suara renyah indah yang menciptakan sensasi tambahan untuk pikiran saya sepenuhnya dengan rambut tebal rambut gesekan tebal juga.


Suara contortions dan mendesah patah, suara menggosok penis dan selaput lendir vagina dan suara gesekan di Ani merasa berbaur dengan suara lagu Sarah Brightman dari CD misterius yang dimainkan.


Mungkin dia sengaja ingin menemani permainan cinta kita dengan lagu-lagu seperti itu. Dia tahu saya suka musik seperti itu. Saya merasakan keindahan luar biasa, dalam suasana seperti itu. Selain itu, lampu di kamar juga redup setelah Ibu Fira menghentikan lampu-lampu terang.


Dengan suasana seperti itu, saya tidak merasa bahwa meninggalkan segala sesuatu yang menyebabkan kesenangan tidak ada gunanya. Jadi saya tidak membiarkan payudaranya bergerak sesuai gerakan tubuhnya, tapi itu benar-benar menggangguku.


Matanya yang tertutup kadang-kadang terbuka dan sorot mata yang saya simpan seperti sorot yang keluar dari mata Darin ketika saya berlatih cinta kepada saya. Tatapan matanya begitu tajam. Soroti mata yang melilit perasaan seksual. Untuk waktu yang lama, dia menangis lama dan mengamuk


“Ah, aku orgasme, Rel”


Dia berhenti sejenak sambil mengangkat wajahnya, tetapi matanya masih tertutup dan kemudian dia pindah. Mungkin dia ingin mengulanginya dan saya tidak keberatan karena saya tidak merasa itu akan mencapai puncak kenikmatan itu.


Sejauh mungkin saya juga menggoyangkan pinggul saya sehingga Anda merasakan kenikmatan maksimal. Jika tangan saya tidak aktif di payudaranya, masukkan ke dalam selangkangan dan cari daging kecil di atas lubang vagina yang diisi dengan pantat saya.


Meskipun Ms. Vera adalah seorang janda dan sudah memiliki anak, dia merasa bahwa lubang vagina, seperti dalam kelompok ABG, sangat ketat dan ketat. Otot-otot vaginanya tampaknya mengendalikan otot-otot penisku dengan ketat. Lalu gerakan-gerakan pinggulnya untuk turun ke vagina Venus Hill membangkitkan kenikmatan seksual yang luar biasa. Jangan merasa bahwa tanda-tanda lava panas saya akan meledak.


Ny. Vera luar biasa, dia sepertinya tahu bagaimana menjaga ritme permainan agar aku bisa mengikuti cara dia bermain. Dia sepertinya tahu bagaimana menjaga ritme agar dia tidak meledak dengan cepat.


Apa yang dia lakukan adalah gerakan lembut, tetapi malah menyebabkan kesenangan yang tidak biasa, terutama karena saya jarang bercinta dengan wanita baik hati ini. Untuk waktu yang lama, saya mendengar lagi, dia mengoceh.


“Ah ah, Rel, aku orgasme, UHH!” Setelah teriakan panjang, tinggalkan kesenangan ini


Tapi kemudian dia memintaku untuk mengangkatnya ke tempat tidur, tanpa melepaskan penisku yang masih tertancap di lubang vagina. Dia meminta saya untuk menempatkan dia di tempat tidur tetapi dia tidak ingin melepaskan vaginanya dari penis saya, yang jauh seperti memegang erat. Saya melakukan permintaan ini. Bagian atas penis saya masih penuh di vagina.


Kami melanjutkan permainan cinta yang lembut tetapi panas dengan libido itu. Sekarang saya berada di atas, jadi saya lebih bebas melakukan manuver. Jadi dengan gerakan seperti yang sering saya lakukan jika saya berhubungan seks dengan Darren, dengan cepat dan kuat, saya melakukannya dengan Ms. Vera. Namun setelah satu menit berbisik dengan mata masih tertutup.


“Cukup pelan, Rel. Aku masih ingin orgasme”


Saya menyadari apa yang saya lakukan. Sejauh ini gerakan saya lancar dan lembut, seperti yang diminta oleh Ms. Vera. Sekarang aku mendengar erangan dan desahan punggungnya. Saya menarik punggung saya sampai saya lebih dekat ke tubuhnya. Aku mengerti.


Ibu Vera di sebelah kanan, di mana ia memegang dada Butdiera, rasa yang lebih besar dari kenikmatan yang saya capai dengan dia, karena dia berteriak lebih dan lebih banyak perubahan, terutama ketika saya juga menghancurkan bibirnya seperti disintegrasi bibir vagina sebelum saya menempatkan penisku ada


Meskipun kejujurannya agak rendah karena mulutnya sibuk dengan mulutnya sekarang, tapi aku mendengar dia semakin banyak mengeluh, bahkan setelah beberapa saat aku mendengar dia berteriak seperti sebelumnya


“Aku ah, aku oh. Ketiga, aku ekstasi, Rel Ahh”


Setelah teriakan panjang, matanya terbuka. Matanya puas dan bahagia. Lalu dia berbisik terengah-engah


“Aku cukup, Rel sudah waktunya untukmu”


Saya tahu apa artinya, maka saya perlahan-lahan meningkatkan gerakan dengan libido dan paling kuat sekarang memungkinkan saya untuk melakukan hal ini dan saya berpikir bahwa Ms. Vera puas untuk mendapatkan orgasme sampai tiga kali untuk waktu yang lama saya merasa lahar panas saya ingin meledak


Dickie senang memukul, menjelaskan bahwa segera akan ada ledakan hasrat seksual yang kuat yang akan melemparkan saya ke udara. Lalu aku mencoba menarik penisku keluar dari lubang vagina yang lezat. Tapi Mrs. Vera memegang penisku dengan tangan lembutnya.


“Biarkan saja di vagina, rel saya ingin merasakan cairan vagina hangat di Uhh Uhh”


Jadi ketika lahar panas menyembur dari penisku, dia masuk ke sumur vagina Mrs Vera, ditemani oleh kejelasan kepekaan seksualku. Setelah itu, Ny. Vera memintaku untuk tetap di tubuhnya sebentar


Aku mencium bibirku dengan lembut dan mengusap tangannya. Dia juga melakukan hal yang sama dengan menggosok payudaranya yang basah karena keringat. Memang, rasa hasrat seksual yang saya rasakan tidak biasa.


Tenang bahwa Nyonya Vera ingin membuat saya merasa seolah-olah saya sangat dekat dengan Mrs. Vera. Saya merasa seperti sayangku yang telah bermain dan berbagi cinta untuk waktu yang lama. Saya merasa sangat dekat ketika saya merasa cukup, menarik penis asli. Sedikit lubang vagina.


Wajah Ibu Vera tampak agak kacau, dan wajahnya berkeringat dan menempel anaknya dengan Alhartin ke kening dan kemudian kami pergi ke kamar mandi pribadi di ruang kamar mandi juga harum sementara menggoda, menggodanya.


“Ibu, terlihat cantik setelah latihan cinta” hanya tertawa mendengar lelucon itu


“Bahkan setelah kamu bercinta denganmu sebelumnya, kedua pendorong seperti terbuka aku sedikit lelah tapi merasa segar,” jawabnya dengan kilauan.


Dia tampaknya puas dengan permainan cinta. Di bawah pancuran, kami membersihkan diri dengan mandi bersama. Terkadang kita membersihkan satu sama lain. Dia membersihkan penisku dengan sabun dan aku membersihkan vagina. Dia tertawa geli dan saya gosok dengan lembut. Rambut kemaluan dan kemaluannya tebal.


Setelah itu, saya duduk di sofa di depan TV. Kami menonton TV, mengobrol, dan menikmati kopi panas yang dia lakukan. Tetapi masih memungkinkan CD player untuk hidup. Kali ini suara Deep Forest yang juga Sofia mengisi suasana ruangan.


“Kamu luar biasa, Rel,” katanya kepada saya memuji.


“Meskipun aku masih muda, kamu bisa bercinta dengan sabar.” Aku mendapatkan orgasme tiga kali. ” Dia tersenyum. Matanya mulai.


“Ah, ini juga karena ibu aku juga mempengaruhi gerakanku yang baik dan lembut”


Kami berbicara sampai malam. Lalu dia berkata, “Tetaplah di sini, kereta api. Ini sudah terlambat besok pagi, Anda bisa pulang” Setelah berpikir sejenak, saya setuju dengan sarannya


“Kalau begitu, letakkan saja sepeda motor Anda di garasi,” katanya sambil memberi kunci garasi


Jadi saya turun untuk menaruh sepeda motor saya di garasi seperti yang disarankan Ms. Vera. Ketika dia melangkah ke lantai atas, dia berubah menjadi baju tidur tipis dan halus, sehingga bagian-bagian tubuhnya tampak.


“Tambahkan kopi, rel?” Dia bertanya


Saya baru saja mengatakan ya. Ketika dia mencapai secangkir kopi di atas meja, dia memegang pemandangan indah di belakang pakaiannya yang tidak mengikat ikat pinggangnya dengan erat. Dia tidak memakai bra, jadi dua payudara yang saya nikmati jelas.


Halus dan indah membuat adegan menghimpit aliran darah lagi terutama ketika Anda mencium aroma tubuhnya, halus dan menarik berbeda dari bau yang saya gunakan sebelum kami melakukan hubungan seks sebelumnya.


Sesaat kemudian dia kembali dengan dua cangkir kopi. Buatlah ikat pinggang dari pakaian yang semakin lusuh oleh tampilan cantik di baliknya lebih jelas. Terutama ketika dia duduk, pakaian telanjangnya menunjukkan pahanya yang putih bersih, ditumbuhi rambut yang lembut. Bagian dalam rambut seksi. Kami berbicara lagi.


Kemudian dia menatap saya untuk waktu yang lama, bertanya kepada saya,


“Kamu tidak lelah, rel?”


“Tidak,” jawab saya


Sekali lagi dia menatapku untuk waktu yang lama dan kemudian memeluk leherku dan untuk sesaat setelah dia dengan tenang menghancurkan bibirku. Kali ini tanganku langsung merasakan payudara di balik pakaian longgarnya yang membuatku kesal. Lanjutkan dengan menarik celanaku


Begitu saya memakai pakaian dalam, saya menanggalkan baju tidurnya. Jaga kami berdua hanya mengenakan celana dalam. Lalu dia meraih payudaranya. Jadi semakin lama jeritan temporalnya, semakin fleksibel payudaranya. Menarik celanaku sebentar dan kemudian menyisir penis, yang tegang dan padat, tapi apa yang dia lakukan tidak panjang. Situs Slot Online Indonesia


Dia memintaku untuk tidur di punggungku di sofa. Lalu buka celana dalamnya dan hadapi aku. Dia mengembalikanku ke vaginanya, yang mulai berair, bau, dan tampak merah di sebelahnya di mulutku.


Kemudian kita saling bertemu, menjilati satu sama lain dan menghisap satu sama lain kadang-kadang berhenti melakukan pekerjaan mungkin karena itu lebih dikendalikan oleh perasaan bahagia karena lubang vagina merah dan klitoris saya bermain dengan mulut dan lidah saya menghela nafas


Setelah dia puas dan ingin segera memulai pekerjaan puncak, dia mengalihkan pinggulnya dari mulutku, ke arah penisku, yang aku rasakan semakin keras, meraih tangannya dan membimbingnya ke vaginanya.


Pergerakannya ketika dia memutar-mutar gesekan pada penis saya membuatnya terkejut. Buatlah perasaan itu lebih menyenangkan. Kemudian saya dihadapkan, gerakan spiral pinggulnya berlanjut dengan lancar. Naik dan turun, berputar-putar dan memutar. Dia menghela nafas dari mulutnya yang terbuka, menutup matanya


Suara itu bergandengan tangan dengan lagu Deep Forest dari CD yang terus dimainkan secara misterius. Tanganku, yang memeluk lehernya di bawah lengannya, naik ke atas untuk mengolok-olok payudaranya, yang merosot mengikuti gerakan pinggulnya. Kemerahan untuk waktu yang lama dan kemudian menjerit dan mengamuk.


“Uhh Uhh aku orgasme orgasme, Ah Ah Relh”


Setelah ia menangis untuk waktu yang lama orgasme dia, ia membuka matanya dan kemudian tidur di wajahnya pada bantal sofa, dengan kaki terhuyung-huyung terbuka, sehingga tampaknya bagian nya vagina lembut yang indah, merah dan basah sangat menarik juga meminta saya untuk berbaring di muka ini


Dengan tanganku memegang kedua payudaranya pada saat yang sama dengan bar berat, aku meletakkan wajahnya di atasnya. Aku dengan tenang mengambil penisku yang masih tegang dan susah untuk menusuk vagina dari belakang. Sekarang saya harus lebih aktif, jadi saya menggerakkan pinggul ke depan dan ke belakang, ke atas dan ke bawah


Bu Fera masih merintih dan mendesah dengan mata tertutup. Tangan saya masih aktif bermain dengan payudara dan mimpinya. Sementara saya menggunakan mulut saya untuk menelusuri leher ramping dan lembut. Untuk waktu yang lama, saya merasakan lahar panas meledak.


Saya berulang kali berkata: “Oh uh, sebentar lagi!”


“Uhh Uhh, aku juga, rel, kamu tidak bisa menarik penismu. Kita semua Ahh Ahh”


Beberapa saat kemudian, kami berdua mendapat sedikit, menandai klimaks dari kesenangan yang kami miliki bersama. Seperti sebelumnya, Ny. Vera memintaku untuk tidak segera menarik penisku. Matanya masih tertutup, tetapi wajahnya tersenyum. Saya juga bermain dengan payudaranya dengan lembut.


“Saya sangat senang malam ini, Rel”, yang kemudian saya jawab dengan kalimat yang sama


Dia kemudian meminta saya untuk menarik penisku keluar dari lubang vagina. Lalu aku mengulurkan dan mencium bibirku dengan lembut. Lalu minum kopi yang dingin. Sepertinya dia haus setelah mainan seks yang indah.


Dia masih telanjang, keluar dari kamar, dan beberapa saat kemudian dia membawa kain dan menyemprotkan air untuk membersihkan sperma dan lendir vagina yang terbaring di sofa. Saya membantunya membersihkan tempat itu


Kemudian, seperti remaja jatuh cinta, membawa saya ke pertemuan Hamama Anda membersihkan diri karena kelelahan dan sudah cukup malam, dan kemudian kami memutuskan untuk tidur ketika saya bingung karena aku mengenakan celana jeans dan kemeja yang tentu saja tidak nyaman, Ms. Vera Lee disarankan untuk tidur Hanya dengan pakaian dalam


“Sudah, pakai saja celana dalam, jadi suhu AC berkurang,” katanya


Telah setuju. Dia memintaku untuk tidur di tempat tidurnya. Saya melihat Ms. Vera juga memakai baju tidur yang lembut dan tipis dan pakaian dalam tanpa mengenakan bra.


“Aku sudah seperti ini, relnya terasa lebih nyaman dan bebas untuk bernafas,” katanya,


Di balik selimut, Mrs. Vera memelukku dan meletakkan wajahnya di dadaku. Jadi saya hanya tersenyum ketika dia mengenakan dadanya yang hangat dan lembut, yang keluar dari baju tidur yang tidak diikat erat, menggosok di dadaku seperti dengan Ms. Vera.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, saya mendengar panggilan telepon dari Darren, yang biasanya menelepon saya, yang sering membuat saya kesal, tetapi jika saya tertawa, Kangin hanya tertawa ketika dia selesai berbicara,


“Siapa, Rail? Pacar kamu, ya?”


Dia hanya tersenyum ketika dia setuju dengan pertanyaannya. Lalu dia bangkit dari tempat tidur. Sabuk tidurnya yang longgar menunjukkan payudara putihnya yang mulus, dan sisi bukit Venus yang menonjol disebut gairahnya. Dia dengan tenang memperbaiki, tersenyum, penglihatanku linglung.


Lalu dia pergi ke kamar mandi. Segera ada suara mendesis, suara keran yang mengalir dikalahkan, lambat. Mrs. Vera adalah Paul. Rupanya, saya mendengar suara seperti itu. Sesaat kemudian saya keluar dari kamar mandi. Lalu berbisik padaku.


“Anda tidak ingin mengulang kenikmatan seksual tadi malam, Rel?” Saya tersenyum apa yang saya maksud


“Tolong tunggu sebentar ya Bu,” jawabku ketika aku menuju kamar mandi, karena aku ingin buang air kecil


Kemudian kami mengulangi cerita kami tadi malam, badan baru karena tidur malam yang baik tadi malam, membuat saya bersemangat untuk melayani gairah seksual Mr Fera juga tampak merasa baru yang Mahbtha jauh lebih hangat dan benar-benar bau lebih menarik di pagi hari setelah bangun seperti ini adalah bau tubuhnya lebih alami juga


Kami bahkan mencintai Mrs. Fera mendapatkan orgasme tiga kali. Bahkan saat berhubungan seks dengan saya, Ms. Vera menikmati ekstasi delapan kali. Bahkan sore itu, ketika saya bertemu dengannya di kampus, dia terlihat sangat bahagia. Wajahnya tampak cerah dan tampak sangat bersemangat untuk kegiatannya hari itu.


Jadi, hampir setiap akhir pekan, saya selalu mendapat SMS dari Ms. Vera berkata, “Kamu tidak sibuk malam ini, kan Rel, ayo kita main? Bisakah kamu pulang?” Jadi setiap kali Anda menerima pesan singkat seperti ini, kami membayangkan sesuatu yang menyenangkan dan kami akan melakukannya bersama.


Pada akhir setiap minggu, anak itu selalu berada di rumah sepupunya di luar kota sampai Nyonya Vera sendirian di rumah. Pelayan juga pergi ke rumah karena hanya datang pada siang hari. Setiap kali saya mendapat SMS, saya juga menghapusnya, sehingga tidak bisa dibaca oleh Darren. Alami dengan Ny. Vera.


Dia adalah dosen yang baik dan dihormati oleh semua orang di kampus. Saya sama sekali tidak ingin melukai citranya. Dia adalah seorang profesional, meskipun kami sering menyukai cinta dengan naluri seksual, tetapi dia tetap menghormati saya sebagai mahasiswa dan dia mengarahkan pekerjaan saya dengan serius.


Bercinta dengannya tidak hanya mendapatkan kepuasan seksual, saya merasakan sesuatu yang lain. Saya tidak tahu ini apa.

Cerita Sex Panas Bercinta dengan Dosen Kampusku

Cerita Sex Panas Ketagihan Perkosa Bu Guru, Seorang wanita dengan jilbab hijau lumut tampak berjalan terburu-buru menuju ruang guru, belahan rok yang cukup sempit memaksa wanita itu mengayun langkah kecil nan cepat. Namun saat dirinya tiba diruangan yang dituju, disana hanya didapatinya Bu Nita yang sibuk mengoreksi hasil ujian harian para siswa.


“Bu.. apa Pak Rivan sudah pulang?”



“Mungkin sudah,” jawab Bu Nita, memandang Reyna dengan wajah penuh curiga, setau Bu Nita hubungan antara Reyna dan Rivan memang tak pernah akur, meski sama-sama guru muda, pemikiran Reyna dan Rivan selalu bersebrangan. Reyna yang idealis dan Rivan yang liberal.


“Memangnya ada apa Bu?” lanjut wanita itu, penasaran.

“Oh… tidak.. hanya ada perlu beberapa hal,” elak Reyna.

“Apa itu tentang pengajuan kenaikan pangkat dan golongan?” tambah Nita yang justru semakin penasaran.

“Bukan.. eh.. iya.. saya pamit duluan ya Bu,” ucap Reyna bergegas pamit.


“Semoga saja SMS itu cuma canda,” ucapnya penuh harap, bergegas menuju parkir, mengacuhkan pandangan satpam sekolah yang menatap liar tubuh semampai dibalut seragam hijau lumut khas PNS, ketat membalut tubuhnya.


Mobil Avanza, Reyna, membelah jalan pinggiran kota lebih cepat dari biasanya. Hatinya masih belum tenang, pikirannya terus terpaku pada SMS yang dikirimkan Rivan, padahal lelaki itu hanya meminta tolong untuk membantunya menyusun persyaratan pengajuan pangkat, tapi rasa permusuhan begitu lekat dihatinya.


Jantung Reyna semakin berdebar saat mobilnya memasuki halaman rumah, di sana telah terparkir Ninja 250 warna hijau muda, “tidak salah lagi itu pasti motor Rivan,” bisik hati Reyna. Di kursi beranda sudut mata wanita muda itu menangkap sosok seorang lelaki, asik dengan tablet ditangannya. “Kamu…” ucap Reyna dengan nada suara tak suka.


Rivan membalas dengan tersenyum.


“Masuklah, tapi ingat suamiku tidak ada dirumah, jadi setelah semua selesai kamu bisa langsung pulang,” ucap Reyna ketus, meninggalkan lelaki itu diruang tamu.


Beraktifitas seharian disekolah memaksa Reyna untuk mandi, saat memilih baju, wanita itu dibuat bingung harus mengenakan baju seperti apa, apakah cukup daster rumahan ataukah memilih pakaian yang lebih formal.


“Apa yang ada diotak mu, Rey?!.. Dia adalah musuh bebuyutan mu disekolah,” umpat hati Reyna, melempar gaun ditangannya ke bagian bawah lemari.


Lalu mengambil daster putih tanpa motif. Tapi sayangnya daster dari bahan katun yang lembut itu terlalu ketat dan sukses mencetak liuk tubuhnya dengan sempurna, memamerkan bongkahan payudara yang menggantung menggoda.


Reyna kembali dibuat bingung saat memilih penutup kepala, apakah dirinya tetap harus mengenakan kain itu ataukah tidak, toh ini adalah rumahnya. Namun tak urung tangannya tetap mengambil kain putih dengan motif renda yang membuatnya terlihat semakin anggun, tubuh indah dalam balutan serba putih yang menawan.


Jam dinding sudah menunjukkan pukul 5 petang dan untuk yang kedua kalinya Reyna menyediakan teh untuk Rivan. Sementara lelaki itu masih terlihat serius dengan laptop dan berkas-berkas yang harus disiapkan, sesekali Reyna memberikan arahan.


Tanpa sadar mata Reyna mengamati wajah Rivan yang memang menarik. “Sebenarnya cowok ini rajin dan baik, tapi kenapa sering sekali sikapnya membuatku emosi,” gumam Reyna, teringat permusuhannya dilingkungan sekolah.


Pemuda yang memiliki selisih umur empat tahun lebih muda dari dirinya. Sikap keras Reyna sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan berbanding terbalik dengan sikap Rivan yang kerap membela murid-murid yang melakukan pelanggaran disiplin.


“Tidak usah terburu-buru, minum dulu teh mu, lagipula diluar sedang hujan,” tegur Reyna yang berniat untuk bersikap lebih ramah.

“Hujan?… Owwhh Shiiit.. Ibuku pasti menungguku untuk makan malam,” umpat Rivan.


Reyna tertawa geli mendengar penuturan Rivan, “makan malam bersama ibumu? Tapi kamu tidak terlihat seperti seorang anak mami,” celetuk Reyna usil, membuat Rivan ikut tertawa, namun tangannya terus bergerak seakan tidak tergoda untuk meladeni ejekan Reyna.


“Bereeesss..” ucap Rivan tiba-tiba mengagetkan Reyna yang asik membalas BBM dari suaminya.

“Jadi apa aku harus pulang sekarang?” tanya Rivan, wajahnya tersenyum kecut saat mendapati hujan diluar masih terlalu lebat.


“Di garasi ada jas hujan, tapi bila kamu ingin menunggu hujan teduh tidak apa-apa,” tawar Reyna yang yakin motor Rivan tidak mungkin menyimpan jas hujan.

“Aku memilih berteduh saja, sambil menemani bu guru cantik yang sedang kesepian, hehehe…”

“Sialan, sebentar lagi suamiku pulang lhoo,”


Sesaat setelah kata itu terucap, Blackberry ditangan Reyna menerima panggilan masuk dari suaminya, tapi sayangnya suaminya justru memberi kabar bahwa dirinya sedikit terlambat untuk pulang, dengan wajah cemberut Reyna menutup panggilan.


“Ada apa, Rey..”

“Gara-gara kamu suamiku terlambat pulang,”


“Lhoo, kenapa gara-gara aku? Hahaha…” Rivan tertawa penuh kemenangan, dengan gregetan Reyna melempar bantal sofa. Obrolan kembali berlanjut, namun lebih banyak berkutat pada dinamika kehidupan disekolah dan hal itu cukup sukses mencairkan suasana.


Reyna seakan melihat sosok Rivan yang lain, lebih supel, lebih bersahabat dan lebih humoris. Jauh berbeda dari kacamatanya selama ini yang melihat guru cowok itu layaknya perusuh bagi dirinya, sebagai penegak disiplin para siswa.


“Aku heran, kenapa kamu justru mendekati anak-anak seperti Junot dan Darko, kedua anak itu tak lagi dapat diatur dan sudah masuk dalam daftar merah guru BK,” tanya Reyna yang mulai terlihat santai. “Seandainya bukan keponakan dari pemilik yayasan, pasti anak itu sudah dikeluarkan dari sekolah,” sambungnya.


“Yaa, aku tau, tapi petualangan mereka itu seru lho, mulai dari nongkrong di Mangga Besar sampai ngintipin anak cewek dikamar mandi, guru juga ada lho yang mereka intipin,” “Hah? yang benar? gilaaa, itu benar-benar perbuatan amoral,” Reyna sampai meloncat dari duduknya, berpindah ke samping Rivan.


“Tapi tunggu, bukankah itu artinya kamu mendukung kenakalan mereka, dan siapa guru yang mereka intip?” tanya Reyna dengan was-was, takut dirinya menjadi korban kenakalan kedua siswa nya.

“Sebanarnya mereka anak yang cerdas dan kreatif, bay

angkan saja, hanya dengan pipa ledeng dan cermin mereka bisa membuat periskop yang biasa digunakan oleh kapal selam,” ucap Rivan serius, memutar tubuhnya berhadapan dengan Reyna yang penasaran.


“Awalnya mereka cuma mengintip para siswi tapi bagiku itu tidak menarik, karena itu aku mengajak mereka mengintip di toilet guru, apa kamu tau siapa yang kami intip?”


Wajah Reyna menegang, menggeleng dengan cepat. “Siapa?,,,”


“kami mengintip guru paling cantik disekolah, Ibu Reyna Raihani!”

“Apa? gilaaa kamu Van, kurang ajar,” Reyna terkaget dan langsung menyerang Rivan dengan bantal sofa.

“ampuun Reeeey, Hahahaa,,”

“Sebenarnya kamu ini guru atau bukan sih? Memberi contoh mesum ke murid-murid, besok aku akan melaporkan mu ke kepala sekolah,” sembur Reyna penuh emosi.


Rivan berusaha menahan serangan dengan mencekal lengan Reyna.


“Hahahaa, aku bohong koq, aku justru mengerjai mereka, aku tau yang sedang berada di toilet adalah Pak Tigor dan apa kamu tau efeknya? Mereka langsung shock melihat batang Pak Tigor yang menyeramkan, Hahaha,” Reyna akhirnya ikut tertawa, tanpa sadar jika lengannya masih digenggam oleh Rivan.


“Tu kan, kamu itu sebenarnya lebih cantik jika sedang tertawa, jadi jangan disembunyikan dibalik wajah galakmu,” ucap Rivan yang menikmati tawa renyah Reyna yang memamerkan gigi gingsulnya. Seketika Reyna terdiam, wajahnya semakin malu saat menyadari tangan Rivan masih menggenggam kedua tangannya.


Tapi tidak berselang lama bentakan dari bibir tipisnya kembali terdengar, “Hey!.. Kalo punya mata dijaga ya,” umpat Reyna akibat jelajah mata Rivan yang menyatroni gundukan payudara dibalik gaun ketat yang tak tertutup oleh jilbab, Reyna beranjak dan duduk menjauh, merapikan jilbabnya.


“Punyamu besar juga ya,” balas Rivan, tak peduli akan peringatan Reyna yang menjadi semakin kesal lalu kembali melempar bantalan sofa. “Ga usah sok kagum gitu, lagian kamu pasti sudah sering mengintip payudara siswi disekolah?,,”


“Tapi punyamu spesial, milik seorang guru tercantik disekolah,”


“Sialan..” dengus Reyna merapikan jilbabnya, tapi sudut bibirnya justru tersenyum, karena tak ada wanita yang tidak suka bila dipuji. Wajah Reyna memerah , kalimat Rivan begitu vulgar seakan itu adalah hal yang biasa.


“Rey… liat dong,”


“Heh? Kamu mau liat payudaraku , gilaa… Benda ini sepenuhnya menjadi hak milik suamiku,” Wanita itu memeletkan lidahnya, tanpa sadar mulai terbawa sifat Rivan yang cuek.

“Ayo dooong, penasaran banget nih,”

“Nanti, kalo aku masuk kamar mandi intipin aja pake piroskop ciptaan kalian itu, hahaha..” Reyna tertawa terpingkal menutup wajahnya, tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkannya.


“Yaaa, paling ngga jangan ditutupin jilbab keq,” sungut Rivan, keqi atas ulah Reyna yang menertawakannya.

“Hihihi… Liat aja ya, jangan dipegang,” Ucap guru cantik itu dengan mata tertuju ke TV, lalu mengikat jilbabnya kebelakang.

“Kurang..”


“Apalagi? Bugil?” matanya melotot seolah-olah sedang marah, tetapi jantungnya justru berdebar kencang, menantang hatinya sejauh mana keberanian dirinya.

“satu kancing aja,”

“Dasar guru mesum,” Reyna lagi-lagi memeletkan lidahnya lalu kembali menolehkan wajahnya ke TV, namun tangannya bergerak melepas kancing atas.


Tapi tidak berhenti sampai disitu, karena tangannya terus bergerak melepas kancing kedua lalu menyibak kedua sisinya hingga semakin terbuka, membiarkan bongkahan berbalut bra itu menjadi santapan penasaran mata Rivan. Entah apa yang membuat Reyna seberani itu, untuk pertama kalinya dengan sengaja menggoda lelaki lain dengan tubuh nya.


“Punyamu pasti lebih kencang dibanding milik Anita,” sambung Rivan, matanya terus terpaku ke dada Reyna sambil mengusap-usap dagu yang tumbuhi jambang tipis, seolah menerawang seberapa besar daging empuk yang dimiliki wanita cantik itu. Tapi kata-kata Rivan justru membuat Reyna kaget, bingung sekaligus penasaran. “Hhmmm.. Ada hubungan apa antara dirimu dan Bu Nita?”


“Tidak ada, aku hanya menemani wanita itu, menemani malam-malamnya yang sepi,”

“Gilaaa.. Apa kamu… eeeenghhh,,,”


“Maksudmu aku selingkuhan Bu Anita kan? Hahaha…” Rivan memotong kalimat Reyna setelah tau maksud kalimat yang sulit diucapkan wanita itu. “Bisa dikatakan seperti itu, hehehe.. Tapi kami sudah mengakhirinya tepat seminggu yang lalu,”


“Kenapa?” sambar Reyna yang tiba-tiba penasaran atas isu skandal yang memang telah menyebar dikalangan para guru mesum. Rivan menghela nafas lalu menyandarkan tubuhnya. “Suaminya curiga dengan hubungan kami, meski Anita menolak untuk mengakhiri aku tetap harus mengambil keputusan itu, resikonya terlalu besar,”


“Apa kamu mencintai Bu Anita?”


Rivan tidak langsung menjawab tapi justru mengambil rokok dari kantongnya, setelah tiga jam lebih menahan diri untuk tidak menghisap lintingan tembakau dikantongnya, akhirnya lelaki itu meminta izin, “Boleh aku merokok?”


“Silahkan..” jawab Reyna cepat.


“Aku tidak tau pasti, Anita wanita yang cantik, tapi dia bukan wanita yang kuidamkan,” beber lelaki itu setelah menghembuskan asap pekat dari bibirnya. Tapi wajah wanita didepannya masih menunjukkan rasa penasaran, “lalu apa saja yang sudah terjadi antara dirimu dan Anita?” cecarnya.


“Hahahaha.. Maksudmu apa saja yang sudah kami lakukan?”


Wajah Reyna memerah karena malu, Rivan dengan telak membongkar kekakuannya sebagai seorang wanita dewasa. “Anita adalah wanita bersuami, artinya kau tidak berhak untuk menjamah tubuhnya,” ucap Reyna berusaha membela keluguan berfikirnya.


Rivan tersenyum kecut, mengakui kesalahannya, “Tak terhitung lagi berapa kali kami melakukannya, mulai dari dirumahku, dirumahnya, bahkan kami pernah melakukan diruang lab kimia, desah suaranya sebagai wanita yang kesepian benar-benar menggoda diriku, rindu pada saat-saat aku menghamburkan spermaku diwajah cantiknya.”


Seketika wajah Reyna terasa panas membayangkan petualangan, Anita, “Kenapa kamu tidak menikah saja?” tanya Reyna berusaha menetralkan debar jantungnya. “Belum ada yang cocok,” jawab Rivan dengan simpel, membuat Reyna menggeleng-gelengkan kepala, wanita itu mengambil teh dimeja dan meminumnya.

“Rey.. selingkuhan sama aku yuk..”


Brruuuuuffftttt…

Bibir tipis Reyna seketika menghambur air teh dimulutnya.


“Dasar guru mesum,” umpat Reyna membuang wajahnya, yang menampilkan ekspresi tak terbaca, kejendela yang masih mempertontonkan rinai hujan yang justru turun semakin deras.


“Aku masak dulu, lapar nih,” ucap Reyna, beranjak dari sofa berusaha menghindar dari tatapan Rivan yang begitu serius, jantungnya berdegub keras masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan Rivan.


“Rey…” Panggilan Rivan menghentikan langkah wanita itu.

“Kenapa wajahmu jadi pucat begitu, tidak perlu takut aku cuma bercanda koq,” ujar lelaki itu sambil terkekeh.

“Siaaal, ni cowok sukses mengerjai aku,” umpat hati Reyna.


“Aku tau koq, kamu tidak mungkin memiliki nyali untuk menggoda guru super galak seperti aku,” ucapnya sambil memeletkan lidah. Diam-diam bibirnya tersenyum saat Rivan mengikuti ke dapur. Hatinya mencoba berapologi, setidaknya lelaki itu dapat menemaninya saat memasak.


Reyna dengan bangga memamerkan keahliannya sebagai seorang wanita, tangannya bergerak cepat menyiapkan dan memotong bumbu yang diperlukan, sementara Rivan duduk dikursi meja makan dan kembali berceloteh tentang kenakalan dan kegenitan para siswi disekolah yang sering menggoda dirinya sebagai guru mesum jomblo tampan.


“Awas aja kalo kamu sampai berani menyentuh siswi disekolah,” Reyna mengingatkan Rivan sambil mengacungkan pisau ditangan, dan itu membuat Rivan tertawa terpingkal.

“Ckckckck, mahir juga tangan mu Rey,” Rivan mengkomentari kecepatan tangan Reyna saat memotong bawang bombay.

“Hahaha… ayo sini aku ajarin..” tawar Reyna tanpa menghentikan aksinya.


Tapi Reyna terkejut ketika Rivan memeluknya dari belakang, bukan.. cowok itu bukan memeluk, karena tangannya mengambil alih pisau dan bawang yang ada ditangannya. “Ajari aku ya..” bisik Rivan lembut tepat ditelinganya.


Kepala wanita itu mengangguk, tersenyum tersipu. Tangannya terlihat ragu saat menyentuh dan menggenggam tangan Rivan yang ditumbuhi rambut-rambut halus. Perlahan pisau bergerak membelah daging bawang.


“tangan mu terlalu kaku, Hahahaa,”

“Ya maaf, tanganku memang tidak terlatih melakukan ini, tapi sangat terlatih untuk pekerjaan lainnya.”

“Oh ya? Contohnya seperti apa? Membuat periskop untuk mengintip siswi dikamar mandi? Hahaha,,,”


“Bukan, tapi tanganku sangat terampil untuk memanjakan wanita cantik seperti mu,” ucap lelaki itu, melepaskan pisau dan bawang, beralih mengusap perut Reyna yang datar dan perlahan merambat menuju payudara yang membusung.


“Hahaha, tidaak tidaaak, aku bukan selingkuhanmu, ingat itu,” tolak Reyna berusaha menahan tangan Rivan.

“Rey, jika begitu jadilah teman yang mesra untuk diriku, dan biarkan temanmu ini sesaat mengangumi tubuhmu, bila tanganku terlalu nakal kamu bisa menghentikanku dengan pisau itu, Deal?…”


Tubuh Reyna gemetar, lalu mengangguk dengan pelan, “Ya, Deaaal.” ucap bibir tipisnya, serak. Reyna kembali meraih pisau dan bawang dan membiarkan tangan kekar Rivan dengan jari-jarinya yang panjang menggenggam payudara nya secara utuh. Memberikan remasan yang lembut, memainkan sepasang bongkahan daging dengan gemas.


Mata Reyna terpejam, kepalanya terangkat seiring cumbuan Rivan yang perlahan merangsek keleher yang masih terbalut jilbab. Romansa yang ditawarkan Rivan dengan cepat mengambil alih kewarasan Reyna.


“Owwhhhh,” bibir Reyna mendesah, kakinya seakan kehilangan tenaga saat jari-jari Rivan berhasil menemukan puting payudara yang mengeras.

“Rivaaaan,” ucap wanita itu sesaat sebelum bibirnya menyambut lumatan bibir yang panas.


Membiarkan lelaki itu menikmati dan bercanda dengan lidahnya, menari dan membelit lidahnya yang masih berusaha menghindar. “Eeeemmhhh…” wajahnya terkaget, Rivan dalam hisapan yang lembut membuat lidah nya berpindah masuk menjelajah mulut lelaki itu dan merasakan kehangatan yang ditawarkan.


Menggelinjang saat lelaki itu menyeruput ludah dari lidahnya yang menari. Jika Reyna mengira permainan ini sebatas permainan pertautan lidah, maka wanita itu salah besar, karena jemari dari lelaki yang kini memeluknya penuh hasrat itu mulai menyelusup kebalik kancingnya.


“Boleh?”


Wanita berbalut jilbab itu tak berani menjawab, hanya memejamkan matanya dan menunggu keberanian silelaki untuk menikmati tubuhnya. Begitu pun saat tangan Rivan berusaha menarik keluar bongkahan daging padat yang membusung menantang dari bra yang membekap.


“Oooowwwhh, eemmppphhh,” tubuh Reyna mengejang seketika, tangan lentiknya tak mampu mengusir tangan Rivan, hanya mencengkram agar jemari lelaki itu tidak bergerak terlalu lincah memelintir puting mungilnya.


“Rey.. Kenapa kamu bisa sepasrah ini?.. Benarkah kamu menyukai lelaki ini?.. Bukan.. Ini bukan sekedar pertemanan Rey.. Meski kau tidak menyadari aku bisa merasakan bibit rasa suka dihatimu akan lelaki itu, Rey…” hati kecil Reyna mencoba menyadarkan. Tapi wanita itu justru berusaha memungkiri penghianatan cinta yang dilakoninya, berusaha mengenyahkan bisikan hati dengan memejamkan matanya lebih erat.


Wajahnya mendongak ke langit rumah, berusaha lari dari batinnya yang berteriak memberi peringatan. Pasrah menunggu dengan hati berdebar saat tangan Rivan mulai mengangkat dasternya keatas dan dengan pasti menyelinap kebalik kain kecil, menyelipkan jari tengah kecelah kemaluan yang mulai basah.


“Ooowwwhhhhhhh,” bibirnya mendesah panjang, berusaha membuka kaki lebih lebar seakan membebaskan jari-jari Rivan bermain dengan klitorisnya.


Kurihiiiing…

Kurihiiiing…


Dering HP mengagetkan keduanya, membuat pergumulan birahi itu terlepas. Kesadaran Reyna mengambil alih seketika, dirinya semakin shock melihat nama yang tertera dilayar HP, ‘Mas Anggara’.


“Hallo mas, halloo,,” sambut Reyna diantara usahanya mengkondisikan jantung yang berdegup kencang.

“Mas sedang dimana, kenapa belum pulang?” ucap Reyna kalut dengan rasa takut dan bersalah yang begitu besar, seolah suaminya kini berdiri tepat didepannya.

“Mas masih dirumah sakit, mungkin tidak bisa pulang malam ini,” jawab suara besar diujung telpon.

“Iya.. Iya tidak apa-apa, Mas kerja saja yang tenang,”


Setelah mengucap salam, sambungan telpon dimatikan. Reyna berdiri bersandar dimeja, menghela nafas panjang lalu meneguk liur untuk membasahi kerongkongannya yang terasa sangat kering.


“Rivan, terimakasih untuk semuanya, tapi kau bisa pulang sekarang,”

“Tidak Rey, kita harus menyelesaikan apa yang sudah kita mulai,”


“Apa maksudmu?… Tidak.. Aku bukan seperti Anita yang kesepian, aku tidak memiliki masalah apapun dengan suamiku, keluarga yang kumiliki saat ini adalah keluarga yang memang kuidamkan…” wajah Reyna menjadi pucat saat Rivan mendekat menempel ketubuhnya, mengangkat dasternya lebih tinggi, memeluk dan meremas pantat yang padat berisi.


“Rivan, ingat!.. Kamu seorang guru, bukan pemerkosa..” didorongnya tubuh lelaki itu, tapi dekapan tangan Rivan terlalu erat.

“Yaa.. Aku memang bukan pemerkosa, aku hanya ingin menyelesaikan apa yang sudah kita mulai,”

“Gila kamu Rivan, aku adalah istri yang setia, tidak seperti wanita-wanita yang pernah kau tiduri ”

“Ohh ya?,,” Rivan tersenyum sambil menurunkan celananya dan memamerkan batang yang telah mengeras, batang besar yang membuat Reyna terhenyak.


Tiba-tiba dengan kasar Rivan mencengkram tubuh Reyna dan mendudukkan wanita itu diatas meja, dengan gerakan yang cepat menyibak celana dalam Reyna, batang besar itu telah berada didepan bibir senggama Reyna.


“Jangan Rivaaan, aku bisa berbuat nekat,” Reyna mulai menangis ketakutan, meraih garpu yang ada disampingnya, mengancam Rivan.

“Kenapa mengambil garpu, bukankah disitu ada pisau?” Rivan terkekeh, wajah yang tadi dihias senyum menghanyutkan kini berubah begitu menakutkan.

“Aaaaaaaaaaaggghh…” Rivan berteriak kesakitan saat Reyna menusukkan garpu ke lengan lelaki itu.


Lelaki itu menepis tangan Reyna, merebut garpu dan melemparnya jauh, darah terlihat merembes dikemeja lelaki itu. “Bila ingin mengakhiri ini seharusnya kau tusuk tepat di ulu hatiku,” ucapnya dengan wajah menyeringai sekaligus menahan sakit.


“Tidaaak Rivaaaan, hentikaaan,” Reyna berhasil berontak mendorong tubuh besar Rivan lalu berlari kearah kamar, tapi belum sempat wanita itu menutup kamar Rivan menahan dengan tangannya.


“Aaaaagghh…” Rivan mengerang kesakitan akibat tangannya yang terjepit daun pintu, lalu dengan kasar mendorong hingga membuat Reyna terjengkal.

“Dengar Rey.. Sudah lama aku menyukai mu, dan aku berusaha menarik perhatianmu dengan menentang setiap kebijakan mu,”


Dengan kasar Rivan mendorong wanita itu kelantai dan melucuti pakaiannya, Reyna berteriak meminta tolong sembari mempertahankan kain yang tersisa, tapi derasnya hujan mengubur usahanya. Lelaki itu berdiri mengangkangi tubuh Reyna yang terbaring tak berdaya, memamerkan batang besar yang mengeras sempurna, kejantanan yang jelas lebih besar dari milik suaminya.


Wanita itu menangis saat Rivan dengan kasar menepis tangan yang masih berusaha menutupi selangkangan yang tak lagi dilindungi kain. “Cuu.. Cukup Rivan, sadarlaaah..” sambil terus menangis Reyna berusaha menyadarkan, tapi usahanya sia-sia, mata lelaki itu terhiptonis pada lipatan vagina dengan rambut kemaluan yang terawat rapi.


Dengan kekuatan yang tersisa Reyna berusaha merapatkan kedua pahanya, namun terlambat, Rivan telah lebih dulu menempatkan tubuhnya diantara paha sekal itu dan bersiap menghujamkan kejantanannya untuk mengecap suguhan nikmat dari wanita secantik Reyna.


“Ooowwhhh… Vagina mu lebih sempit dibanding milik Anita,” desah Rivan seiring kejantanan yang menyelusup masuk ke liang si betina.


“Oohhkk.. Oohhkk..” bibir Reyna mengerang menerima hujaman yang dilakukan dengan kasar, semakin keras batang besar itu menghujam semakin kuat pula jari-jari Reyna mencakar tangan Rivan, air matanya tak henti mengalir.


Tubuhnya terhentak bergerak tak beraturan, Rivan menyetubuhinya dengan sangat kasar. Wajah lelaki itu menyeringai saat melipat kedua paha Reyna keatas, memberi suguhan indah dari batang besar yang bergerak cepat menghujam celah sempit vagina Reyna.


“Sayang, aku bisa merasakan lorong vaginamu semakin basah, ternyata kamu juga menikmati pemerkosaan ini, hehehe”


Plak…


Pertanyaan Rivan berbuah tamparan dari tangan Reyna, tapi lelaki itu justru tertawa terpingkal, lidahnya menjilati jari-jari kaki Reyna yang terangkat keatas dengan pinggul yang terus bergerak menghujamkan batang pusakanya. Puas bermain dengan kaki Reyna, tangan lelaki itu bergerak melepas bra yang masih tersisa.


“Ckckckck… Sempurna, sejak dulu aku sudah yakin payudaramu lebih kencang dari milik Anita,”


Tubuh Reyna melengkung saat putingnya dihisap lelaki itu dengan kuat. “Oooooouugghh..”


“Pasti Anita malam ini tidak bisa tidur karena menunggu batang kejantanan yang kini sedang kau nikmati, Oowwhhh kecantikan, keindahan tubuh dan nikmatnya vaginamu benar-benar membuatku lupa pada beringasnya permainan Anita,” ucap Rivan, membuat Reyna kembali melayangkan tangannya kewajah lelaki itu.


“Bajingan kamu, Van..” umpat wanita itu, tapi tak berselang lama bibirnya justru mendesah saat lidah Rivan bermain ditelinganya. “Oooowwwhhhhh….”

“Hehehe…akuilah, jika kamu juga menikmati pemerkosaan ini, rasakanlah besarnya penisku divagina sempit mu ini,”


Mata wanita itu terpejam, air matanya masih mengalir dengan suara terisak ditingkahi lenguhan yang sesekali keluar tanpa sadar. Hatinya berkecamuk, sulit memang memungkiri kenikmatan yang tengah dirasakan seluruh inderanya.


“Reeeey… Sadarlah, kamu wanita baik-baik, seorang istri yang setia, setidaknya tutuplah mulut nakal mu itu,” teriak hatinya mencoba mengingatkan, membuat airmata Reyna semakin deras mengalir.


Yaa.. meski hatinya berontak, tapi tubuhnya telah berkhianat, pinggulnya tanpa diminta bergerak menyambut hentakan batang yang menggedor dinding rahim. Rivan tersenyum penuh kemenangan.


“Berbaliklah, sayang,” pintanya.


Tubuh Reyna bergerak lemah membelakangi Rivan, pasrah saat lelaki itu menarik pantatnya menungging lebih tinggi, menawarkan kenikmatan dari liang senggama yang semakin basah. Jari-jari lentiknya mencengkram sprei saat lelaki dibelakang tubuhnya menggigiti bongkahan pantatnya dengan gemas.


“Oooowwwhhhh… Eeeeeenghhh..” pantat indah yang membulat sempurna itu terangkat semakin tinggi ketika lidah yang panas memberikan sapuan panjang dari bibir vagina hingga keliang anal.


Rasa takut dan birahi tak lagi mampu dikenali, matanya yang sendu mencoba mengintip pejantan yang membenamkan wajah tampannya dibelahan pantat yang bergetar menikmati permainan lidah yang lincah menari, menggelitik liang vagina dan anusnya, suatu sensasi kenikmatan yang tak pernah diberikan oleh suaminya.


Isak tangis bercampur dengan rintihan. Hati yang berontak namun tubuhnya tak mampu berdusta atas lenguhan panjang yang mengalun saat batang besar Rivan kembali memasuki tubuhnya, menghantam bongkahan pantatnya dengan bibir menggeram penuh nafsu.


Begitupun saat Rivan meminta Reyna untuk menaiki tubuhnya, meski airmatanya jatuh menetes diatas wajah sipejantan tapi pinggul wanita itu bergerak luwes dengan indahnya menikmati batang besar yang dipaksa untuk masuk lebih dalam.


“Aaaawwhhhh Rey… Boleh aku menghamilimu?” ucap Rivan saat posisinya kembali berada diatas tubuh Reyna, menunggangi tubuh indah yang baru saja meregang orgasme.


Wanita itu membuang wajahnya, bibirnya terkatup rapat tak berani menjawab hanya gerakan kepala yang menggeleng menolak, matanya begitu takut beradu pandang dengan mata Rivan yang penuh birahi.


Batang besar Rivan bergerak cepat, orgasme yang diraih siwanita membuat lorong senggamanya menjadi sangat basah. Hentakan pinggul lelaki itu begitu cepat dan kuat seakan ingin membobol dinding rahim, memaksa Reyna berpegangan pada besi ranjang penikahannya untuk meredam kenikmatan yang didustakan.


“Reeeeey.. Boleh aku menghamilimuuu?.. Aaaagghhh, cepaaaaat jawaaaaaaaab,” teriak Rivan yang menggerakkan pinggulnya semakin cepat.


Reyna menatap Rivan dengan kepala yang menggeleng. “Jangaaan.. kumohooon jangaaaan… Rivan tersenyum menyeringai “Kamu yakin? Tidak ingin merasakan sensasi bagaimana sperma lelaki lain menghambur dirahim mu?”


Plaaak..


Reyna kembali menampar wajah Rivan untuk yang kesekian kalinya, tapi kali ini jauh lebih keras. Wanita menjerit terisak, tapi kaki jenjangnya justru bergerak melingkari pinggul silelaki, tangannya memeluk erat seakan ingin menyatukan dua tubuh.


Tangis Reyna semakin menjadi, menangisi kekalahannya. Tangannya menyusuri punggung Rivan yang berkeringat lalu meremas pantat yang berotot seakan mendukung gerakan Rivan yang menghentak batang semakin dalam.


“Kamu jahaaaaat Rivaaaan.. jahaaaaat..” teriak Reyna seiring lenguh kenikmatan dari bibir silelaki.


Menghambur bermili-mili sperma dilorong senggama, menghantar ribuan benih kerahim siwanita yang mengangkat pinggulnya menyambut kepuasan silelaki dengan lenguh orgasme yang kembali menyapa, tubuh keduanya mengejat, menggelinjang, menikmati suguhan puncak dari sebuah senggama tabu.


“Kenapa kau mempermainkan aku seperti ini,” isak Reyna dengan nafas memburu, tangannya masih meremasi pantat berotot Rivan yang sesekali mengejat untuk menghantar sperma yang tersisa kerahim si wanita.


“Karena aku mencintaimu,” bisik lembut si penjantan ditelinga betina yang membuat pelukannya semakin erat, membiarkan tubuh besar itu berlama-lama diatas tubuh indah yang terbaring pasrah. Membisu dalam pikiran masing-masing.


“Apa kamu bersedia menjadi teman selingkuhku?”


Reyna menggeleng dengan cepat, “Aku tidak berani, Rivan, Ooooowwhhhhhh..” wanita itu melepaskan pagutan kakinya dan mengangkang lebar, membiarkan silelaki kembali menggerakkan pingulnya dan memamerkan kehebatan kejantanannya dicelah sempit vagina Reyna.


“Tapi bagaimana bila aku memaksa?..”


“Itu tidak mungkin Oooowwhhh… Aku sudah bersuami dan memiliki anak, aaaahhhhhh…” Reyna menggelengkan kepala, berusaha kukuh atas pendirian, meski pinggul indahnya bergerak liar, tak lagi malu untuk menyambut setiap hentakan yang menghantar batang penis kedalam tubuhnya.


Reyna tak ingin berdebat, tangannya menjambak rambut Rivan saat bibir lelaki itu kembali berusaha merayu, membekap wajah Rivan pada kebongkahan payudara dengan puting yang mengeras.


“Kamu jahat, Van.. Tak seharusnya aku membiarkan lelaki lain menikmati tubuhku.. Ooowwwhh.. Ooowwwhhh…”


Setelahnya tak ada lagi kalimat lagi yang keluar selain desahan dan lenguhan dan deru nafas yang memburu. Hingga akhirnya bibir Rivan bersuara serak memanggil nama si wanita.


“Reeeeey… Boleeeehkaaan?”


Reyna menatap sendu wajah birahi Rivan, dengan kesadaran yang penuh wanita itu mengangguk lalu merentang kedua tangan dan kakinya, memberi izin kepada silelaki untuk kembali menghambur sperma kedalam rahimnya.


“Reeeey..” panggil lelaki itu kembali, membuat siwanita bingung, sementara tubuhnya telah pasrah menjadi pelampiasan dari puncak birahi Rivan.


Dengan wajah memelas tangan Rivan bergerak mengusap wajah Reyna, telunjuknya membelah bibir tipis siwanita.


“Dasar guru mesum, ” ucap Reyna sambil menampar pipi Rivan tapi kali ini dengan lembut,

“kamu menang banyak hari ini, Van..” ucapnya lirih dengan mata sembap oleh air mata.

“Boleeeh?..”


Reyna memalingkan wajahnya, lalu mengangguk ragu. Rivan bangkit mencabut batangnya lalu mengangkangi wajah guru cantik itu. Sudut mata Reyna menangkap wajah tampan silelaki yang menggeram sambil memainkan batang besar tepat didepan wajah nya.


Jemari lentiknya gemetar saat mengambil alih batang besar itu dari tangan Rivan. Memberanikan diri untuk menatap lelaki yang mengangkangi wajahnya, kepasrahan wajah seorang wanita atas lelaki yang menikmati tualang birahi atas tubuhnya.


“Aaaaaaaagghhh.. Aaaaagghhh.. Reeeeey..” wajah Rivan memucat seiring sperma yang menghambur kewajah cantik yang menyambut dengan mata menatap sendu. “Aaaaaagghhhh.. Sayaaaaaang..”


Tak pernah sekalipun Reyna menyaksikan seorang pejantan yang begitu histeris mendapatkan orgasmenya, dan tak pernah sekalipun Reyna membiarkan seorang pejantan menghamburkan sperma diwajah cantiknya. Dengan ragu Reyna membuka bibirnya, membiarkan tetesan sperma menyapa lidahnya. Batang itu terus berkedut saat jari lentik Reyna yang gemetar menuntun kedalam mulutnya.


Menikmati keterkejutan wajah Rivan atas keberaniannya. Bibirnya bergerak lembut menghisap batang Rivan, mempersilahkan lelaki itu mengosongkan benih birahi didalam bibir tipisnya.


“Ooooooowwwhhhhh.. Reeeeeeeey…” Rivan mengejat, menyambut tawaran Reyna dengan beberapa semburan yang tersisa.

“Cepatlah pulang.. Aku tidak ingin suamiku datang dan mendapati dirimu masih disini,” pinta Reyna setelah Rivan sudah mengenakan kembali seluruh pakaiannya.

“Masih belum puas?.. dasar guru mesum,” ucapnya ketus saat Rivan memeluk dari belakang.

“aku bukanlah selingkuhan mu, catat itu,” Reyna menepis tangan Rivan.


“Yaa.. Aku akan mencatatnya disini, disini, dan disini..” jawab Rivan sambil menunjuk bibir tipis Reyna, lalu beralih meremas payudara yang membusung dan berakhir dengan remasan digundukan vagina.


“Dasar gila ni cowok,” umpat hati Reyna, yang kesal atas ulah Rivan tetap terlihat cuek setelah apa yang terjadi.


Reyna menatap punggung Rivan saat lelaki itu melangkah keluar, hujan masih mengguyur bumi Jakarta dengan derasnya, dibibir pintu lelaki itu berhenti dan membalikkan tubuhnya, menampilkan wajah serius.


“Maaf Rey, sungguh ini diluar dugaanku, semua tidak lepas dari khayalku akan dirimu, tapi aku memang salah karena mencintai wanita bersuami, Love you Rey..” ucap Rivan lalu melangkah keluar kepelukan hujan.


“Rivaaan.. Love u too,” teriak Reyna dengan suara serak, membuat langkah Rivan terhenti

“Tapi maaf aku tidak bisa jadi selingkuhanmu.” lanjutnya.


“Mamaaaaaa, Elminaaaa pulaaaaang,” teriak seorang bocah dengan ceria, coba mengagetkan wanita yang sibuk merapikan tempat tidur yang berantakan, gadis kecil itu langsung menghambur memeluk tubuh Reyna, ibunya.


Usaha gadis itu cukup berhasil, Reyna sama sekali tidak menduga, Ermina, putri kecilnya yang beberapa hari menginap ditempat kakeknya dijemput oleh suaminya.


“Ini buat mama dari Elmina,” ucapnya cadel, menyerahkan balon gas berbentuk amor yang melayang pada seutas tali. “Elmina kangen mamaa, selamat valentine ya, ma, Semoga mama semakin cantik dan sehat selalu..”


Wajah mungil itu tersenyum ceria, senyum yang begitu tulus akan kerinduan sosok seorang ibu. Reyna tak lagi mampu membendung air mata, menatap mata bening tanpa dosa yang menunjukkan kasih sayang seorang anak. Sementara dibelakang gadis itu berdiri suaminya, Anggara, sambil menggenggam balon yang sama.


“Selamat valentine, sayang,” ucap Anggara, tersenyum dengan gayanya yang khas, senyum lembut yang justru mencabik-cabik hati Reyna.


Seketika segala sumpah serapah tertumpah dari hatinya, atas ketidaksetiaannya sebagai seorang istri, atas ketidak becusannya menyandang sebutan seorang ibu.


“Maafin Mama, sayang,” ucap Reyna tanpa suara, memeluk erat tubuh mungil Ermina, terisak dengan tubuh gemetar. “Maafin mama, Pah,”


Tengah malam, Reyna berdiri dibalik jendela, menatap gulita dengan gundah. Suaminya dan Ermina telah terlelap.


PING!…


Tanpa hasrat wanita itu membuka BBM yang ternyata menampilkan pesan dari Rivan.


“Besok pukul 12 aku tunggu di lab kimia, ”


Jemari kiri Reyna erat menggenggam tangan suaminya yang tengah pulas tertidur, sementara tangan kanannya menulis pesan dengan gemetar. “Ya, aku akan kesitu,”

Cerita Sex Panas Ketagihan Perkosa Bu Guru

Subscribe Our Newsletter